Tembus Rp30 Miliar! UMKM Balinusra Unjuk Gigi di Ajang Bali Jagadhita VII

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menegaskan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah.

12 Juni 2026, 12:25 WIB

Denpasar – Upaya mendorong UMKM agar lebih berdaya saing dan ‘naik kelas’ terus digencarkan. Terbaru, Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali sukses menggelar perhelatan Bali Jagadhita VII pada 5–7 Juni 2026.

Mengusung tema ‘Suddha Bumi Parahita’ (kesejahteraan dunia yang harmonis dan berkelanjutan), acara ini menjadi wujud nyata sinergi BI dan Pemprov Bali dalam mengawal ekonomi hijau yang tetap melestarikan budaya lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menegaskan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah.

Ia berharap ajang ini menjadi katalis agar UMKM di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) tidak hanya jago kandang, tetapi mampu bersaing di pasar global.

“Kami berharap melalui pelaksanaan Bali Jagadhita, UMKM di Balinusra semakin berdaya saing dan mampu berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Achris.

Efektivitas program ini tidak hanya terlihat dari pameran, tetapi juga hasil nyata.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Maret hingga Mei 2026 telah mencatatkan transaksi perdagangan dan ekspor yang impresif, mencapai Rp30,76 miliar.

Angka ini membuktikan bahwa produk UMKM kita—mulai dari olahan makanan, kriya, fesyen, hingga body care—semakin diminati pasar internasional.

Menariknya, pameran kali ini mengedepankan konsep zero waste management sebagai bentuk dukungan nyata terhadap industri hijau.

Tidak hanya produk Bali, produk unggulan dari NTB dan NTT pun turut dipamerkan sebagai bentuk penguatan rantai ekonomi kawasan Balinusra.

Bali Jagadhita VII juga menjadi forum diskusi lintas sektor. Dalam talkshow bertema Innovation, Inclusion and Future Economy, berbagai pakar berbagi wawasan mengenai ekonomi masa depan. Sesi ini menghadirkan:

Ichsan Zulkarnaen,Deputi Bidang Perencanaan dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi

Rosita Dewi, (Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif Hijau Bank Indonesia)

Tasya Kamila, (Sustainable Lifestyle Advocate)

Tak hanya membahas strategi bisnis, BI juga menyoroti aspek krusial yang sering terabaikan: kesehatan perempuan pelaku UMKM.

Melalui talkshow Ruang Perempuan: Perempuan Peduli, Perempuan Terlindungi, peserta diajak memahami pentingnya deteksi dini kanker serviks.

dr. I.G.A. Raka Susanti, M.Kes (Dinkes Provinsi Bali) bersama Nana Mirdad (Healthy Lifestyle Influencer) dan Dr. dr. I Nyoman Bayu Mahendra (Spesialis Obgyn) menekankan kesehatan perempuan adalah kunci stabilitas ekonomi keluarga dan pembangunan ekonomi nasional.

Kehadiran dua penyintas kanker dalam diskusi tersebut memberikan pesan kuat bahwa dengan semangat dan dukungan yang tepat, setiap tantangan bisa dilewati.

Dengan kombinasi promosi perdagangan yang masif dan edukasi yang inklusif, Bali Jagadhita VII menjadi bukti, pengembangan ekonomi tidak harus mengesampingkan aspek sosial dan lingkungan, melainkan justru memperkuat ketiganya demi masa depan yang lebih baik. ***

Berita Lainnya

Terkini