Yogyakarta -Rencana pemerintah pusat untuk membuka kembali penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto disambut antusias oleh Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman.
Pemerintah setempat pun bergerak cepat menyiapkan strategi khusus untuk menarik wisatawan kelas atas atau high-spending travelers.
Langkah konkret yang disiapkan adalah meluncurkan paket wisata premium berbasis gastronomi dan wellness (kebugaran).
Paket eksklusif ini rencananya akan mulai dipasarkan pada Agustus 2026 mendatang.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinpar Sleman, Kus Endarto, mengungkapkan kehadiran kembali penerbangan komersial di Adisutjipto adalah peluang emas.
Menurutnya, pemerintah ingin lebih fokus pada kualitas kunjungan, yakni dengan meningkatkan durasi tinggal dan belanja wisatawan selama di Yogyakarta.
“Target pariwisata kita sekarang bukan lagi sekadar jumlah pelancong, tapi yang terpenting adalah nilai belanja dan length of stay (durasi tinggal),” ujar Kus saat jumpa pers, Kamis (4/6/2026).
Paket wisata gastronomi yang dirancang bukan sekadar makan di restoran.
Wisatawan akan diajak menyelami filosofi di balik setiap makanan—mulai dari pemilihan bahan baku, metode masak tradisional, hingga seni penyajian yang sarat akan nilai budaya.
Lebih menarik lagi, pengalaman kuliner ini akan diintegrasikan dengan wisata sejarah di kompleks candi di Sleman.
Menu yang disajikan nantinya akan diselaraskan dengan kisah-kisah atau relief yang ada di candi tersebut.
Mengingat targetnya adalah segmen premium, paket ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 2,5 juta per orang.
Kus memastikan konsep ini tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan bisa dikembangkan di seluruh kawasan Sleman, baik utara, timur, hingga barat.
Reaktivasi Bandara Adisutjipto juga diyakini akan menjadi penyemangat bagi industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) serta sport tourism. Salah satu yang paling dinanti adalah kebangkitan Merapi Golf.
Sebelumnya, akses yang jauh dari bandara sempat membuat tingkat kunjungan di Merapi Golf menurun. Dengan kembali beroperasinya Adisutjipto, akses menuju lapangan golf ini akan jauh lebih mudah.
Selain itu, sektor perhotelan di sekitar bandara—yang selama ini merasa paling terdampak oleh sepinya penerbangan reguler—kini bisa bernapas lega.
Pemerintah berharap, dengan kembalinya aktivitas penerbangan, hotel-hotel di sekitar bandara akan kembali menggeliat melalui berbagai event menarik yang telah disiapkan.***

