Yogyakarta– Lonjakan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku sejak 10 Juni 2026 membuat Pemda DIY harus memutar otak.
Kenaikan harga hingga Rp 4.000 per liter ini memaksa jajaran pemerintah daerah melakukan efisiensi ketat, terutama pada operasional kendaraan dinas.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengimbau masyarakat dan para aparatur sipil negara untuk lebih bijak dalam pengeluaran.
Sultan menekankan pentingnya hidup hemat dan tidak konsumtif di tengah kondisi pendapatan yang cenderung tetap.
“Jangan hidup boros. Kondisi penghasilan kita tetap, jadi kebutuhan hidup harus dijaga jangan sampai di luar kemampuan,” ujar Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (15/6/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengakui kenaikan harga BBM ini memberikan tekanan pada anggaran daerah tahun 2026 yang memang sudah dirancang minimalis.
Sebagai langkah antisipasi, penggunaan kendaraan dinas kini dibatasi.
Salah satu solusi praktis yang diambil adalah mengoptimalkan koordinasi melalui zoom meeting dan membatasi jumlah kendaraan saat ada kunjungan kerja.
“Kalau ada kunjungan, tidak usah satu orang satu mobil. Kalau bisa koordinasi lewat zoom, ya kita lakukan itu saja,” jelas Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Ia juga menegaskan, tidak ada tambahan anggaran atau pergeseran APBD untuk menutupi biaya BBM. Fokus pemerintah saat ini adalah memaksimalkan dana yang ada sembari memprioritaskan pelayanan masyarakat.
Hal ini menjadi krusial mengingat 67 persen APBD DIY sangat bergantung pada dana transfer pusat yang kini mengalami penurunan.
Selain operasional kantor, Pemda DIY juga mewaspadai dampak kenaikan harga terhadap proyek infrastruktur akibat fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Saat ini, Pemda tengah berkonsultasi dengan LKPP untuk melihat kemungkinan penyesuaian pada kontrak proyek konstruksi agar tidak terhambat.
Meski demikian, Ni Made Dwipanti Indrayanti memastikan seluruh proyek strategis daerah saat ini masih berjalan sesuai jadwal (on schedule).
Sebagai informasi, penyesuaian harga terbaru dari PT Pertamina Patra Niaga mencatat harga Pertamax kini menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green mencapai Rp 17.000 per liter. Langkah efisiensi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas anggaran Pemda DIY tetap aman hingga akhir tahun. ***

