Kabarnusa.com – Ketua Umum DPP PDIP Megawati soekarnoputri mengatakan Indonesia dibangun atas keberagaman dan kebhinekaan karenanya dia mengaku bingung jika ada yang menanyakan asal usul suku bangsanya.
Megawati menyinggung pentingnya menjaga keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, proses akulturasi budaya telah membangun Indonesia menjadi bangsa yang majemuk dan heterogen.
Dia mencontohkan, bagaimana agama Islam masuk ke Tanah Air yang tak lepas dari proses akulturasi dengan budaya setempat.
Islam itu masuk ke Indonesia tidak dengan jalan membunuh, atau dengan kekerasan. Islam masuk lewat proses akulturasi bersama-sama budaya.
“Mengapa kita bisa hidup beragam, dahulu tidak ada orang bertanya apa sukumu, kalau saya ditanya apa sukumu, bingung saya,” selorohnya disambut tawa hadirin saat penutupan Kongres IV PDIP di Hotel Grand Bali Beach sanur, Denpasar, Sabtu (11/4/2015).
Cerita Mega selanjutnya juga membuat cair suasana, ketika menyinggung soal putrinya Puan Maharani.
“Apalagi Mbak Puan itu, kacau balau saya bilang, bayangkan gimana menyebutnya,” tutur Mega.
Itulah yang dinamakan dengan akulturasi. Yang membuatnya prihatin, tanpa sadar sekarang bangsa ini telah mengkerdilkan diri.
Sikap itu terlihat ketika orang menanyakan suku apa pada orang lainnya.
Guyonan Mega untuk menggambarkan keberagaman di Tanah Air, tak berhenti di sana. Dia lantas bercerita tentang perbedaan suku Batak dan Madura.
Kedua orang beda suku itu, kata Mega sedang berantem, tak mau kalah menggunggulkan kehebatan suku masing-masing.
Orang yang dari suku Madura mengancam jangan berani mengganggunya sebab besipun akan dimakan. Rupanya, orang suku dayak tak tinggal diam balik menegaskan keberaniannya.
“Sombong sekali kamu ya, saya ini suku batak, kalau undang-undang mengizinkan kamu yang aku makan,” tukasnya disambut tawa hadirin. (rhm)

