BMKG Rilis Terjadi Gempa M5,1 di Mamuju Tengah-Sulawesi Barat

7 November 2020, 13:50 WIB

Gempa dengan magnitudo 5,1 terjadi pada hari ini, Sabtu (7/11), sekitar
pukul 06.41 WIB di Mamuju Tengah-Sulawesi Barat.

Jakarta – Gempa dengan magnitudo 5,1 terjadi pada hari ini, Sabtu
(7/11), sekitar pukul 06.41 WIB. Guncangan gempa yang terjadi pada pagi hari
itu sempat membuat warga Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, panik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju Tengah masih
memantau situasi di lapangan pascagempa. Sekretaris BPBD setempat Awal
menyebutkan bahwa gempa dirasakan kuat.

“Warga di daerah pesisir sempat panik, belum ada laporan kerusakan. Tim Reaksi
Cepat BPBD sedang memonitor di lapangan,” ujar Awal melalui pesan digital,
Sabtu (7/11).

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis
parameter gempa M5,1 dengan kedalaman 10 km. Titik gempa berada di darat,
sekitar 21 km barat laut Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Di samping itu, BMKG menginformasikan bahwa hasil pemodelan menunjukkan bahwa
gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisis guncangan dengan skala MMI, gempa bumi dirasakan daerah
Mamuju Tengah III-IV MMI dan Mamuju Utara, Mamuju dan Pasangkayu III MMI.

Melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi
merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Mamuju atau Mamuju
Thrust.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki
mekanisme pergerakan sesar naik atau thrust-fault.

Berdasarkan analisis risiko, Kabupaten Mamuju Tengah termasuk daerah dengan
kategori kelas bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi.

Sebanyak 5 kecamatan berada pada kawasan tersebut dengan luas risiko sekitar
39.000 hektar, sedangkan jumlah populasi yang terpapar bahaya gempa bumi
sedang hingga tinggi sebanyak 58.671 jiwa.

Setelah kejadian, BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mamuju.
Langkah ini untuk mengantisipasi penanganan darurat yang harus dilakukan sejak
dini.

Masyarakat diimbau waspada dan siap siaga terhadap bencana gempa bumi,
khususnya di tengah pandemi Covid-19. Lakukan upaya kesiapsiagaan di tengah
keluarga sehingga terhindar dari risiko yang lebih besar. (imh)

Berita Lainnya

Terkini