Yogyakarta–Butet Kartaredjasa, seniman senior asal Yogyakarta, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan cara yang unik.
Pada Rabu siang, 22 April 2026, ia bersama puluhan pelukis mendatangi ruang tahanan Polres Bantul.
Romhongan seniman ini membawa makanan bergizi sekaligus menggelar aksi melukis langsung di lokasi bersama para tahanan.
Dalam kesempatan itu, Butet menekankan pentingnya empati sebagai fondasi demokrasi.
Ia mengajak rekan-rekan seniman untuk merasakan sisi lain kehidupan, berinteraksi dengan mereka yang sedang “apes nasibnya” di balik jeruji.
“Seorang seniman wajib memiliki sensitivitas terhadap manusia dan kemanusiaan. Kalau tidak, itu namanya seniman blegedes,” tegasnya.
Puluhan karya yang lahir dari aksi spontan tersebut tidak berhenti di ruang tahanan. Rencananya, lukisan-lukisan itu akan dikurasi dan dipamerkan di Le Gareca, sebuah mini galeri di dekat Madukismo, agar publik juga bisa terinspirasi oleh pesan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.
Selain melukis, Butet membawa makan siang bergizi untuk sekitar 30 tahanan. Ia ingin memastikan para penghuni sel tetap mendapatkan asupan nutrisi yang layak.
“Saya belikan, saya bawa ke sini supaya mereka bisa makan bergizi meskipun di penjara,” ujarnya.
Sebanyak 23 seniman ikut serta, melukis suasana sel dan interaksi para tahanan sebagai rekaman otentik. Salah satunya, Bambang Heras, mengaku terenyuh melihat kondisi mayoritas tahanan kasus narkoba.
“Ini pengalaman pertama saya, betul-betul membangkitkan empati dan jadi peringatan untuk lebih berhati-hati,” katanya.
Pihak kepolisian pun menyambut positif kegiatan ini. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menilai kehadiran para seniman memberi motivasi dan dorongan moril bagi para tahanan.
“Selagi bermanfaat dan tidak mengganggu proses hukum, tentu kami persilahkan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti seni bukan hanya soal estetika, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan empati, mengasah kepekaan, dan menghadirkan harapan di ruang-ruang yang penuh keterbatasan. ***

