DPRD DIY Desak Pengusutan Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

DPRD DIY mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap anak dan menegaskan tidak ada toleransi dalam penanganannya

28 April 2026, 03:35 WIB

Yogyakarta – Kasus dugaan penelantaran dan penganiayaan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta mendapat sorotan tajam dari DPRD DIY.

Insiden tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hak anak sekaligus mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengasuhan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan tindak kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan maupun pengasuhan.

Ia menekankan perlindungan anak merupakan mandat mutlak yang harus dijalankan semua pihak.

DPRD DIY mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap anak dan menegaskan tidak ada toleransi dalam penanganannya,” ujar Anton, Minggu (26/4/2026).

Anton mendesak agar proses hukum berjalan transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Ia menekankan perlunya sanksi tegas bagi pengelola atau pemilik yayasan jika terbukti lalai atau terlibat langsung.

Selain itu, ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan pengawasan daycare melalui penguatan regulasi serta peningkatan standar pengasuhan.

Ia juga meminta aparat penegak hukum memberikan kepastian keadilan bagi korban dan keluarga.

Menurutnya, ketegasan hukum menjadi kunci untuk memberikan efek jera agar lembaga serupa tidak main-main dalam menjalankan operasional.

DPRD DIY turut menyoroti lemahnya sistem pengawasan pemerintah daerah. Anton mendesak instansi terkait segera melakukan audit terhadap seluruh fasilitas penitipan anak di DIY.

Evaluasi tersebut mencakup peninjauan prosedur perizinan, verifikasi standar operasional, hingga pengecekan kompetensi dan rekam jejak tenaga pengasuh.

Langkah preventif ini, menurut Anton, sangat penting untuk memastikan daycare benar-benar menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak, bukan justru mengancam keselamatan mereka.***

Berita Lainnya

Terkini