Embarkasi Haji Berbasis Hotel Pertama di Indonesia Resmi Dibuka di YIA

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan keberangkatan haji bukan sekadar seremoni, melainkan transformasi besar dalam pelayanan haji.

22 April 2026, 21:56 WIB

Yogyakarta – Sejarah baru dalam layanan haji di Indonesia resmi dimulai dari Bumi Handayani. Untuk pertama kalinya, calon jemaah haji diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) dengan konsep berbasis hotel.

Inovasi ini diklaim lebih modern, efisien, serta memberikan penghormatan lebih bagi para jemaah.

Sebanyak 360 jemaah yang tergabung dalam Kloter I diberangkatkan dari Hotel Ibis Novotel, Temon, Kulon Progo, pada Selasa (21/4/2026) malam bertepatan dengan Hari RA Kartini.

Prosesi pelepasan berlangsung penuh haru sebelum jemaah menuju Bandara YIA pada pukul 23.30 WIB.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan keberangkatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan transformasi besar dalam pelayanan haji.

Menurutnya, integrasi hotel dengan bandara membuat proses keberangkatan lebih tertib dan manusiawi. Ia juga mengingatkan jemaah agar mewaspadai kondisi iklim ekstrem di Arab Saudi dengan suhu mencapai 40–42 derajat Celsius.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyampaikan mulai 2026 DIY resmi memiliki embarkasi sendiri berdasarkan Keputusan Menteri.

Keunikan embarkasi ini adalah ketiadaan asrama haji konvensional yang digantikan fasilitas hotel berbintang, sehingga lebih efisien dan nyaman. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menilai langkah ini sebagai strategi cerdas yang memberi dampak positif bagi ekonomi lokal.

GKR Mangkubumi menambahkan terwujudnya Embarkasi YIA merupakan hasil kerja keras lintas sektor selama lima tahun.

Ia berharap keberadaan embarkasi ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Pada tahun ini, Embarkasi YIA dijadwalkan melayani 9.320 jemaah dalam 26 kloter. Dari jumlah tersebut, 3.828 berasal dari DIY dan 5.492 dari wilayah Jawa Tengah bagian selatan. ***

Berita Lainnya

Terkini