Dukung Potensi Lokal, Astra Berdayakan Desa Les Menuju Kemandirian Ekonomi

Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra (DSA) pada tahun 2024, Desa Les bertransformasi menjadi desa percontohan yang mampu mengawinkan potensi alam dengan pemberdayaan ekonomi.

3 Juli 2026, 07:37 WIB

Buleleng –  Desa Les di Kabupaten Buleleng, Bali, membuktikan bahwa menjaga tradisi dan kelestarian lingkungan justru bisa menjadi kunci sukses mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra (DSA) pada tahun 2024, Desa Les bertransformasi menjadi desa percontohan yang mampu mengawinkan potensi alam dengan pemberdayaan ekonomi.

Program ini berhasil menjangkau lebih dari 800 warga, meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 25%, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk setempat.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menjelaskan, kolaborasi ini tidak hanya mengejar angka pertumbuhan.

“Kami ingin memastikan ada keseimbangan antara kemajuan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan identitas budaya desa agar manfaatnya bisa dirasakan berkelanjutan untuk masa depan,” ujarnya.

Astra mendukung pengembangan Desa Les melalui empat pilar kontribusi sosial:

Kesehatan:Penguatan layanan di Posyandu, edukasi kesehatan ibu dan anak, hingga penanganan stunting serta gizi buruk.

Pendidikan: Pemberian kelas bahasa Inggris dan pelatihan khusus untuk membekali anak muda menjadi pemandu wisata (local guide) yang handal bagi turis mancanegara.

Pelestarian Lingkungan:Aksi nyata berupa transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis masyarakat lewat program Les Grow, hingga pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Ekonomi & Budaya: Mempertahankan tradisi pembuatan garam tradisional yang kini menjadi produk unggulan.

Salah satu keberhasilan utama desa ini ada pada produksi garam tradisionalnya. Lewat kolaborasi dengan BUMDes Giri Segara dan dukungan Pemerintah Provinsi Bali, garam khas Desa Les kini berhasil menembus pasar yang lebih luas.

Tercatat, masyarakat mampu menghasilkan 2–3 ton garam per musim panen, dengan potensi nilai ekonomi hingga Rp25 juta per bulan.

Kerja keras warga Desa Les dalam menjaga warisan budaya dan alam ini tidak sia-sia. Tahun 2024 lalu, desa ini sukses menyabet gelar Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI dari Kementerian Pariwisata.

Prestasi ini menjadi bukti ketika kearifan lokal dikelola dengan semangat kolaborasi, hasilnya tidak hanya berdampak bagi ekonomi, tapi juga menjaga napas lingkungan untuk generasi mendatang.

Semangat ini pun menjadi langkah nyata Astra dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. ***

Berita Lainnya

Terkini