Meskipun gejolak ekonomi global dan kenaikan harga pangan memberikan tekanan, keyakinan masyarakat Bali terhadap kondisi ekonomi daerah tetap terjaga di zona optimis. Data terbaru Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali per Mei 2026 berada di level 121,9, melampaui angka nasional yang tercatat 120,9.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menilai meski ada sedikit koreksi dibandingkan bulan sebelumnya, fundamental ekonomi masyarakat tetap kuat.
Optimisme konsumen kita masih sangat terjaga, terutama terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat di kelompok pengeluaran menengah hingga menengah atas, yakni rentang Rp5 hingga Rp7 juta per bulan.
‘Ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat masih menjadi penopang utama ekonomi Bali di tengah dinamika saat ini,” ujar Achris dalam keterangannya.
Tak dapat dimungkiri, ada sedikit kehati-hatian dari konsumen akibat inflasi bulanan sebesar 0,42% (mtm) yang didorong oleh harga komoditas pangan seperti beras dan cabai.
Hal ini berpengaruh pada indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) yang sedikit melambat ke level 117,5.
Achris menegaskan, pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tidak tinggal diam menghadapi tantangan tersebut.
Bank Indonesia bersama TPID di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota terus melakukan sinergi nyata.
“Operasi pasar rutin, pengawasan harga komoditas strategis, dan penguatan distribusi pangan menjadi agenda harian kami untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga,” tambahnya.
Sebagai langkah strategis, Bank Indonesia telah melakukan penyesuaian suku bunga dengan BI-Rate di level 5,50%, Deposit Facility 4,50%, dan Lending Facility 6,25%.
Kebijakan moneter ini dirancang dengan pendekatan pro-stability agar inflasi terkendali, namun tetap pro-growth untuk memastikan geliat ekonomi Bali terus tumbuh berkelanjutan di tengah situasi geopolitik global yang sedang menantang.***

