1,9 Juta Transaksi Harian, Program JKN Jadi Penopang Utama Produktivitas Nasional

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan tingginya angka pemanfaatan layanan ini menjadi bukti nyata  akses kesehatan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.

3 Juli 2026, 05:46 WIB

Jakarta– Urusan kesehatan kini tidak perlu lagi ribet. Berkat transformasi digital dan perluasan jaringan, Program JKN kini mencatat lebih dari 1,9 juta pemanfaatan layanan kesehatan setiap harinya di seluruh Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan tingginya angka pemanfaatan layanan ini menjadi bukti nyata  akses kesehatan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.

Sepanjang tahun 2025 saja, total pemanfaatan layanan kesehatan mencapai angka fantastis, yakni 725,3 juta kali.

Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN.

‘Kami ingin memastikan, setiap peserta mendapatkan kemudahan, baik saat harus berobat ke fasilitas kesehatan maupun saat mengurus administrasi,” ujar Pujo dalam *Public Expose* Laporan Pengelolaan Program JKN, Kamis (2/7).

Bagi peserta JKN, kini tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor cabang hanya untuk mengurus administrasi.

BPJS Kesehatan telah memangkas birokrasi dengan menghadirkan kanal layanan digital yang bisa diakses dari mana saja, seperti:

Aplikasi Mobile JKN: segala urusan mulai dari pindah faskes hingga cek status bisa dilakukan lewat ponsel.

PANDAWA (Chat WhatsApp): Cukup kirim pesan ke nomor 08118165165, layanan administrasi akan langsung diproses.

Care Center 165: Layanan telepon 24 jam bagi peserta yang membutuhkan informasi cepat.

Kemudahan digital ini juga didukung oleh jaringan fasilitas kesehatan yang sangat luas.

Saat ini, terdapat lebih dari 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang siap melayani peserta JKN di seluruh pelosok negeri.

Dengan perpaduan layanan digital yang praktis dan jaringan faskes yang tersebar merata, BPJS Kesehatan berharap masyarakat tidak lagi menunda pemeriksaan kesehatan.

Semakin cepat terdeteksi, semakin baik pula kualitas kesehatan masyarakat yang menjadi kunci utama SDM Indonesia yang unggul.

“Kami terus berupaya agar layanan JKN semakin user-friendly. Fokus kami jelas: memberikan jaminan kesehatan yang berkualitas, tanpa membebani biaya besar, dan tentu saja mudah diakses oleh siapa saja,” tutup Pujo.***

Berita Lainnya

Terkini