Gubernur Koster Dukung Gerakan Satu Juta Krama Bali

5 Desember 2020, 01:00 WIB

Gubernur Bali Wayan Koster/ist

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas
ditumbuhkannya lagi gerakan satu juta Krama Bali dan gerakan satu juta Yowana
untuk kembali membumikan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola
Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Koster mengajak Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali, Pasikian Pecalang
Bali dan Pasikian Yowana Bali untuk bersama memantapkan pelaksanaan program
dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang belum terlaksana secara sempurna.

“Dalam mewujudkan perekonomian yang seimbang dan merata, peran aktif Paiketan
Krama Istri, Pasikian Pecalang dan Pasikian Yowana Bali sangat diperlukan
dalam mensukseskan visi misi untuk mewujudkan Bali Era Baru,” ujar Gubernur
Bali Wayan Koster saat membuka Sosialisasi 1 Juta Krama Bali dan 1 Juta Yowana
Bali, di Ruang Rapat Gedung Gajah Jayasabha, Denpasar, Jumat (4/12/2020).

Setelah menuntaskan 40 peraturan daerah (Perda) dan peraturan gubernur
(Pergub) selama 2 (dua) tahun, Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan
Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati akan melanjutkan
kinerjanya dengan lebih memfokuskan pada pembangunan infrastruktur di Bali.

Hal ini guna menunjang kesejahteraan masyarakat yang seimbang, aman, nyaman
dan bangkit khususnya dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Dikatakan Perda dan Pergub penting dibuat sebagai pondasi dan landasan
pembangunan daerah yang memang sebelumnya sudah direncanakan. Sehingga setiap
langkah pembangunan akan diikat sebuah aturan yang jelas agar tidak ada
ketimpangan dan penyimpangan di kemudian hari.

Sejumlah visi yang ingin diwujudkan dalam perencanaan pembangunan Bali Era
Baru menjadi tantangan bagi semua pihak untuk turut serta melakukan pengawasan
yang transparan agar setiap rupiah yang dikeluarkan dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas dan instansi terkait.

Gubernur Bali yang juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengatakan
dengan tegas dan lugas bahwa salah satu Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali
Nomor 4 Tahun 2019 yang telah diresmikan Pusat menjadi contoh positif bagi 7
(tujuh) daerah lain di Indonesia.

Sehingga Bali menjadi inspirasi bagi pengembangan tata laksana kewenangan yang
mengatur terkait desa adat sebagai salah satu mitra pemerintah daerah dalam
rangka menangani wilayah kabupaten/kota di setiap desanya, khususnya
memberikan perlindungan apalagi di masa pandemi Covid-19 ini.

Dengan diaktifkannya Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali dan Pasikian
Yowana Bali diharapkan mampu bekerja beriringan dengan Pasikian Pecalang Bali
untuk terus mensosialisasikan pentingnya sebagai warga Bali yang berdomisili
di Bali.

Bagaimana bersama-sama menjaga Bali untuk tetap aman, nyaman, penuh toleransi
dan tanggung jawab serta rasa persaudaraan yang tinggi juga tetap untuk dijaga
dan dipelihara demi keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang kokoh.

Gubernur Bali Wayan Koster juga menyampaikan apresiasi atas dilaksanakan dan
ditumbuhkannya lagi gerakan satu juta Krama Bali dan gerakan satu juta Yowana
Bali yang diprakarsai Yayasan Dharma Naradha dengan tujuan untuk kembali
membumikan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta
Berencana Menuju Bali Era Baru.

Yakni “Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, Untuk
Mewujudkan Kehidupan Krama Bali Yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala
Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali Sesuai Dengan Prinsip Trisakti Bung
Karno.

Bagaimana bisa Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan
Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui Pembangunan secara Terpola,
Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan
Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali Putri Suastini
Koster mengatakan sebagai Paiketan Krama Istri yang memiliki peran
mensosialisasikan sekaligus menyampaikan tugas-tugas sebagai seorang istri dan
juga pendamping dalam rumah tangga.

Mereka kewajiban menjaga keluarga dengan tata kelola kekeluargaan yang mampu
memproteksi diri dan anggota keluarga untuk terhindar dari kegiatan atau
hal-hal yang bersifat negatif atau buruk.

“Bagaimanapun kesuksesan sebuah keluarga ditentukan oleh pendidik pertamanya
yakni orangtua khususnya seorang ibu, sehingga wanita itu harus cerdas dan
telaten agar generasi yang tumbuh mampu menjadi putra-putri dengan karakter
yang mandiri,” katanya.

Sosialisasi ini akan terus digerakkan agar Bali Era Baru menjadi prinsip dan
landasan dari tatanan kehidupan yang terjaga persatuan dan keutuhannya di
tengah keberagaman, dan sosialisasi ini akan terus di gaungkan ke seluruh
wilayah Bali agar semua bersatu dan tidak mudah terpecah belah.

Komitmen untuk turun ke lapangan bersama Majelis Desa Adat (MDA) dan Paiketan
Krama Istri (PAKIS) serta Pasikian Yowana Bali agar semua yowana yang ada di
seluruh Bali kembali bergerak dalam rangka mendukung visi dan misi Gubernur
untuk menjaga budaya, seni, tradisi, adat dan nasionalisme berbangsa yakni
mengemban persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya daerahnya Bali.

Sosialisasi ini ditandai pemukulan kulkul oleh Gubernur Bali Wayan Koster,
yang didampingi oleh Ketua Paiketan Krama Istri, Bendesa Agung Majelis Desa
Adat Bali dan Ketua Yayasan Dharma Naradha. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini