Yogyakarta– Dunia maya tengah digemparkan oleh kabar tidak sedap dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berisi pelecehan verbal oleh oknum seorang dosen kepada mahasiswinya beredar luas di media sosial, terutama di platform Threads sejak akhir Juni lalu.
Menanggapi kegaduhan warganet, pihak kampus pun tidak tinggal diam dan langsung bergerak cepat.
Direktur Komunikasi Publik UMY, Dr. Ratih Herningtyas, menyatakan pihak rektorat sudah mengetahui isu tersebut.
Saat ini, kampus sedang melakukan koordinasi internal secara intensif untuk mengumpulkan fakta-fakta di lapangan.
“Pimpinan sudah mengantongi informasinya. Rencananya, pihak yang bersangkutan akan dipanggil bersama pihak prodi besok untuk mendapatkan gambaran yang jelas,” ujar Ratih saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (11/7/2026).
Untuk menangani kasus ini secara serius, UMY telah melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran pimpinan universitas, pihak prodi, hingga Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
Langkah ini diambil untuk memastikan proses investigasi berjalan sesuai prosedur.
Melalui akun resmi di Threads, pihak UMY menyampaikan permohonan maaf dan memahami keresahan masyarakat.
Sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis Islami, UMY menegaskan komitmennya untuk menjamin lingkungan akademik yang aman, bebas dari kekerasan seksual maupun verbal.
Pihak universitas berjanji akan mengusut tuntas laporan tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku dan akan memberikan informasi lebih lanjut setelah proses koordinasi selesai. ***

