Sleman – PT Nur Ramadhan Internasional resmi memulai rangkaian kegiatan manasik haji bagi calon jemaah keberangkatan tahun 2027.
Acara perdana yang berlangsung di Hotel Alana, Sleman, Minggu (12/7/2026) ini menjadi langkah awal pemantapan persiapan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, Silvia Rosetti, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan pesan khusus terkait tantangan teknologi saat ini.
Mewakili Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Silvia menekankan agar penyelenggara travel haji memperbanyak simulasi penggunaan aplikasi digital bagi para jemaah.
“Tidak semua jemaah langsung familier dengan sistem digital. Karena itu, simulasi penggunaan aplikasi atau perangkat penunjang haji harus diperkuat dalam manasik, agar tidak ada jemaah yang gagap teknologi saat berada di sana nanti,” ujar Silvia.
Dalam kesempatan itu, Silvia juga memberikan apresiasi kepada PT Nur Ramadhan Internasional atas rekam jejaknya yang dinilai bersih dan selalu mematuhi regulasi pemerintah sejak lama.
Selain kesiapan fisik dan mental, Silvia juga menyoroti aspek finansial. Ia mengingatkan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.
Berdasarkan data Komisi VIII DPR RI, cukup banyak jemaah yang terkendala saat pelunasan biaya haji.
Silvia menyarankan pihak perbankan lebih aktif mengedukasi jemaah mengenai skema tabungan sejak awal mendaftar.
“Jangan hanya fokus pada pendaftaran. Bisa mulai menabung dari sekarang, misalnya melalui program tabungan mata uang asing atau skema mitigasi kenaikan kurs,” jelasnya.
Direktur Utama Nur Ramadhan Internasional, Mifdhol Abdurrahman, menyatakan kesiapan pihaknya mendampingi 465 calon jemaah tahun 2027.
Meskipun ada tantangan fluktuasi harga avtur yang berpotensi memengaruhi biaya, pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas layanan terbaik.
“Kami sudah menyusun jadwal manasik yang intensif, yakni 10 hingga 11 kali pertemuan hingga keberangkatan nanti,” terang Mifdhol.
Testimoni positif pun datang dari salah satu alumni jemaah haji 2026, Febri Nurdian Satriatama. Ia membagikan pengalamannya selama 30 hari di Tanah Suci yang berjalan sangat memuaskan.
“Fasilitasnya sangat memudahkan, hotel dan maktabnya sangat dekat dengan tempat ibadah. Bahkan, tim pengawas haji dari DPR RI pun memercayakan perjalanannya kepada Nur Ramadhan,” ungkap Febri.
Acara manasik perdana ini ditutup dengan sesi edukasi teknis serta sosialisasi aturan-aturan terbaru bagi jemaah haji 2027, guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan nyaman nantinya. ***

