Halal Bihalal Jadi Jembatan Ukhuwah Ormas Islam di Badung

Sejumlah tokoh muslim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI bersama ormas sebagai wadah penting untuk mempererat ukhuwah antarormas di Badung

3 Mei 2026, 08:57 WIB

Badung – Ketua DPP Komunitas Islam Tionghoa Antarbudaya (KITA) Denpasar, Iwan Wanaputra, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Ormas Islam se-Badung di Balai Giri Nata Mandala, Mangupura, Minggu (3/5).

Iwan menilai kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mempererat ukhuwah antarormas.

“Melalui halal bihalal, kita bisa saling mengenal, menjalin hubungan, bahkan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan dakwah dan sosial,” ujarnya.

Ketua DPP Komunitas Islam Tionghoa Antarbudaya (KITA) Denpasar, Iwan Wanaputra/dok.Kabarnusa

Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan Islam secara lebih baik dan membangun sinergi lintas organisasi.

Komunitas KITA sendiri baru terbentuk di Denpasar dan tengah menyusun program kerja. Anggotanya berasal dari beragam latar belakang, khususnya komunitas Tionghoa Muslim yang sudah lama menetap di Bali.

Iwan, yang telah tinggal di Bali sejak awal 1990-an, menceritakan, komunitas ini awalnya berawal dari kegiatan pengajian kecil hingga akhirnya berkembang menjadi organisasi resmi.

Ketua DPD Hidayatullah Badung, Lukman Hakim/dok.kabarnusa

Selain kegiatan keagamaan, KITA juga merintis koperasi sebagai upaya memperkuat ekonomi anggota sekaligus menopang operasional organisasi.

“Kami ingin gerakan ini tidak hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi juga bisa menginspirasi dalam bidang ekonomi dan kebersamaan,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan, Iwan berharap KITA dapat terus tumbuh menjadi wadah yang memberi manfaat luas bagi umat dan masyarakat Bali.

Ketua DPD Hidayatullah Badung, Lukman Hakim, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Halal Bihalal tahun ini yang berjalan lancar dan sukses.

Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan agar kegiatan serupa bisa terus berlanjut di masa mendatang.

Lukman Hakim menilai kebersamaan yang terjalin sangat luar biasa. “Buktinya, 22 ormas bisa berkumpul menjadi satu, masing-masing dengan utusannya,” ujarnya.

Ia berharap kekompakan ini tidak berhenti di satu momentum saja, melainkan berlanjut untuk memperkuat peran ormas Islam di Badung.

Menurutnya, MUI sebagai payung ormas harus mampu mendorong kemandirian, memberikan kontribusi nyata, serta bersinergi dengan program pemerintah.

Ormas harus bisa menjadi teladan, aktif membina umat, dan ikut menjemput program pemerintah agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Lukman Hakim menambahkan, komitmen bersama sangat diperlukan agar umat Islam di Bali dapat berkembang dengan solid, tidak terpecah oleh hal-hal sepele, dan fokus pada kemaslahatan umat. ***

Berita Lainnya

Terkini