Badung – Ibadah aqiqah bagi umat Muslim ternyata menyimpan makna spiritual yang jauh lebih dalam daripada sekadar jamuan makan atau syukuran kelahiran.
Hal inilah yang menjadi sorotan Ustaz Umar Faruq Mahfudz SPdi saat mengisi pengajian di Gedung Serba Guna Yayasan Insan Mulia, Sading, Mengwi, Badung, Sabtu (13/6/2026) malam.
Di hadapan para jemaah, Ustaz Umar Faruq menjelaskan, hakikat utama dari aqiqah adalah upaya pembersihan diri dari sifat-sifat kebinatangan yang mungkin masih melekat pada manusia.
Oleh karena itu, syariat menetapkan penyembelihan hewan sebagai simbol ‘pengorbanan’ untuk menghilangkan tabiat buruk tersebut.
“Aqiqah itu ibarat melepas sifat kebinatangan dalam diri kita. Saat kita menyembelih hewan aqiqah, kita memohon kepada Allah agar anak kita tumbuh dengan sifat-sifat yang baik dan mulia,” jelas Ustaz Umar.
Lebih lanjut, Ustaz Umar menyinggung perihal rezeki yang tersendat.
Menurutnya, ada kaitan antara aqiqah dengan keberkahan rezeki seorang anak. Dalam pandangannya, ketika seorang anak belum diaqiqahi, potensi keberkahan rezekinya bisa jadi tidak mengalir selancar yang diharapkan.
“Seringkali kita bertanya kenapa rezeki serasa tersendat. Salah satu ikhtiar spiritual yang diajarkan adalah dengan aqiqah. Ini adalah cara memerdekakan anak dari hambatan-hambatan spiritual,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya aqiqah sebagai bentuk tanggung jawab orang tua kepada sang buah hati.
Merujuk pada pandangan Ibnu Abbas, aqiqah merupakan bentuk kasih sayang orang tua yang akan memberikan syafaat (pertolongan) di akhirat kelak.
“Anak yang diakikahi diharapkan bisa menjadi penolong bagi orang tuanya di hari kiamat nanti. Ini adalah investasi jangka panjang yang nilainya tidak ternilai,” sambungnya.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Umar Faruq memberikan semangat kepada para orang tua agar tidak menunda-nunda pelaksanaan aqiqah.
Meskipun terdapat anjuran waktu seperti pada hari ketujuh atau keempat belas kelahiran, Ia menegaskan prinsip utamanya adalah menjalankan syariat tersebut dengan penuh ketulusan.
Sebagai penutup, jemaah diingatkan untuk tidak merasa khawatir hartanya akan berkurang karena biaya aqiqah.
Sebaliknya, Ustaz Umar Faruq meyakini janji Allah SWT, setiap kebaikan yang diniatkan untuk menjalankan syariat akan dibalas dengan keberkahan yang berlipat ganda, minimal sepuluh kali lipat dari apa yang dikeluarkan.
“Jangan takut rugi. Allah sudah menjanjikan balasan yang jauh lebih besar bagi hamba-Nya yang taat menjalankan syariat-Nya,” tutupnya menutup pengajian dengan doa keberkahan bagi seluruh jemaah.***

