Denpasar – Optimisme konsumen di Provinsi Bali pada Agustus 2026 terpelihara dengan baik di zona optimis meskipun terjadi penyesuaian terbatas seiring normalisasi aktivitas ekonomi pascaperiode libur sekolah.
Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tercatat pada level 123,1, melampaui capaian IKK nasional yang berada di angka 118,5.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani, menjelaskan penyesuaian dari level 126,3 pada Juli 2026 menjadi 123,8 pada Agustus 2026 merupakan dinamika yang wajar akibat normalisasi pasca tingginya aktivitas konsumsi bulan sebelumnya.
Kendati demikian, tingkat keyakinan tersebut membuktikan bahwa fondasi ekonomi masyarakat Bali tetap kokoh.
“Optimisme konsumen tetap terjaga terutama pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran lebih dari Rp8 juta, Rp6-7 juta, dan Rp3-4 juta per bulan, serta tercermin kuat pada pekerja di sektor formal sebesar 128,3 dan sektor informal di angka 116,8,” ujar Achris di Denpasar, Rabu (10/9).
Secara rinci, penurunan IKK pada periode ini dipengaruhi oleh koreksi pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang turun 3,5% secara bulanan menjadi 118,0, serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang melemah 1,7% menjadi 128,2.
Penurunan IKE bersumber dari komponen ketersediaan lapangan kerja (128,0), penghasilan saat ini (124,5), dan konsumsi barang tahan lama (101,5).
Sementara itu, penurunan IEK utamanya terjadi pada perkiraan penghasilan (127,0), perkiraan ketersediaan lapangan kerja (129,5), serta perkiraan kegiatan usaha (128,0).
Kendati mengalami koreksi, Achris menegaskan sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa masih menjadi motor penggerak utama yang menopang ketahanan ekonomi daerah.
Aktivitas pariwisata yang berada pada periode peak season Juli hingga September 2026 turut mendorong mobilitas wisatawan serta permintaan barang dan jasa secara berkelanjutan.
Di samping itu, tingkat inflasi Bali pada Agustus 2026 yang terkendali pada angka 3,45% (year-on-year) turut memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Menghadapi dinamika global ke depan, Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali berkomitmen memperkuat sinergi strategis bersama Pemerintah Daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2ED), serta para pelaku usaha.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan.***

