Ini Dia Pelanggaran UN dalam Catatan Ombudsman Bali

21 April 2015, 03:30 WIB
“Kami dapatkan kunci jawaban dari salah seorang siswa dalam bentuk foto
copy pada secarik kertas kecil yang berisikan jawaban pilihan ganda,”
kata Umar

Kabarnusa.com – Berbagai pelanggaran selama pelaksanaan ujian nasional menjadi temuan Ombudsman Perwakilan Provinsi Bali yang melakukan pengawasan terhadap 20 sekolah di 6 kabupaten/kota di PUlau Dewata.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab mengungkapkan hasil pantauan tersebut ditemukan banyak pelanggaran mulai dari pelanggaran ringan, sedang dan berat.

Sayangnya, katena terbatasnya waktu dan tenaga pihaknya hanya bisa melakukan pemantauan di 20 sekolah. Itupun tidak semua mata pelajaran terpantau karena tenaga harus pindah-pindah dari satu sekolah ke sekolah lain.

“Kami menemukan banyak pelanggaran termasuk pelanggaran berat dan diyakini bisa dilakukan secara massif,” ujarnya Senin 20 April 2015.

Dari banyak penemuan itu, ada temuan yang diklasifikasikan sebagai pelanggaran berat yakni menyebarkan kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK 3 Denpasar.

Kunci jawaban itu diperoleh sejak 2 hari sebelum UN berlangsung.

“Kami dapatkan kunci jawaban dari salah seorang siswa dalam bentuk foto copy pada secarik kertas kecil yang berisikan jawaban pilihan ganda,” kata Umar.

Siswa tersebut meminta agar namanya tidak disebutkan. Siswa tersebut mengaku jika kunci jawaban itu diperoleh dari oknum guru dan tersebar dari seluruh sekolah di Bali.

“Siswa itu juga mengaku jika kunci jawaban itu hampir dipegang semua siswa di sekolahnya dan diduga kuat sekolah lainnya melakukan hal yang sama,” kata dia.

Belum diketahui siapa yang memulai, yang jelas pengakuan siswa tersebut jika kunci yang sama tersebut di seluruh sekolah di Bali karena kunci yang sama itu diperoleh oknum guru dari sekolah lainnya.

Selain pelanggaran berat tersebut, timnya juga menemukan pelanggaran sedang yakni adanya siswa yang membawa HP, tablet ke ruangan ujian.

Temuan tidak kalah menariknya soal kedisiplinan para pengawas. Banyak pengawas yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

“Ada oknum yang duduk di luar ruangan, membaca koran, bermain HP atau game, dan asyik ngobrol dengan sesama teman pengawas,” sambungnya.

Tentu saja, itu menjadi pertanyaan sejauh mana integritas, kualitas, dan kedisiplinan pengawas.

Pihaknya memang tidak memberikan teguran langsung tetapi dari hasil temuan ini akan disampaikan ke pusat untuk diolah dalam pengambilan keputusan selanjutnya. (kto)

Berita Lainnya

Terkini