Ketua Komisi D DPRD DIY DIY Raih Gelar Doktor, Tawarkan Kurikulum Wisata Budaya untuk SMK

Dwi Wahyu memaparkan model kurikulum Link and Match Wisata Budaya sebagai solusi untuk menekan angka pengangguran lulusan SMK.

29 April 2026, 05:22 WIB

Yogyakarta – Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu B, resmi meraih gelar doktor setelah menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor di Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (27/4/2026).

Dalam sidang tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir sebagai penguji utama, menandai momen istimewa sekaligus dukungan terhadap gagasan yang ditawarkan.

Dalam disertasinya, Dwi Wahyu memaparkan model kurikulum Link and Match Wisata Budaya sebagai solusi untuk menekan angka pengangguran lulusan SMK.

Kurikulum ini lahir dari keprihatinan atas banyaknya lulusan yang belum terserap industri besar, seperti hotel berbintang atau agen perjalanan.

Ia menawarkan konsep adaptif yang mengintegrasikan kompetensi siswa dengan penguatan kelembagaan wisata budaya di tingkat kalurahan.

“Kurikulum ini harus sesuai dengan identitas budaya dan potensi lokal kita. Kalurahan adalah entitas penting dalam pemberdayaan, dan SMK di bidang wisata budaya merupakan mitra strategis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dwi Wahyu dalam sambutannya di Gedung Moh Amin FIB UNY.

Model kurikulum ini terdiri dari lima tahapan sistematis: perencanaan berbasis bottom-up dengan fokus pada soft skill siswa, pengorganisasian yang melibatkan stakeholder di level kalurahan, implementasi dengan metode Project Based Learning, supervisi melalui guru pendamping langsung di lapangan, serta evaluasi komprehensif berbasis umpan balik berkelanjutan.

Secara khusus, kurikulum diarahkan pada empat jurusan utama: Perhotelan untuk manajemen homestay, Tata Boga untuk pengelolaan warung tradisional, Tata Busana untuk penciptaan pakaian adat, serta Perjalanan Wisata yang diproyeksikan menjadi penggerak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kehadiran Sri Sultan HB X sebagai penguji utama menjadi sinyal kuat bahwa konsep ini sejalan dengan semangat Keistimewaan DIY.

Sultan menekankan pentingnya pendidikan kejuruan yang mampu menangkap peluang di akar rumput.

Menanggapi hal itu, Dwi Wahyu berharap model kurikulum ini dapat segera disinergikan dengan regulasi daerah, baik melalui penambahan poin dalam Pergub maupun perumusan Perda baru. ***

Berita Lainnya

Terkini