Biaya Operasional Naik Akibat BBM, Pemkot Jogja Jamin Layanan Damkar Tidak Akan Dikurangi

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan layanan kedaruratan merupakan kebutuhan wajib yang tidak boleh dikorbankan, meski kondisi anggaran daerah sedang terbatas.

15 Juni 2026, 23:06 WIB

Yogyakarta – Warga Kota Yogyakarta sempat dibuat khawatir oleh unggahan media sosial Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) yang menyebutkan adanya pengetatan laporan masyarakat akibat efisiensi anggaran.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, langsung angkat bicara untuk memberikan kepastian.

Hasto menegaskan layanan kedaruratan merupakan kebutuhan wajib yang tidak boleh dikorbankan, meski kondisi anggaran daerah sedang terbatas.

“Untuk urusan yang sifatnya dasar, penting, dan darurat, itu tidak boleh dikurangi. Kami pastikan layanan tersebut tetap jadi prioritas utama,” ujar Hasto saat ditemui di kawasan Umbulharjo, Senin (15/6/2026).

Untuk mengantisipasi kekurangan anggaran di tengah jalan, Hasto mengungkapkan, Pemkot Yogyakarta telah menyiapkan dana cadangan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

Dana ini bisa digunakan kapan saja jika sektor krusial seperti Damkar membutuhkan tambahan dana.

Tahun ini nilai BTT kita sekitar Rp35 miliar. Anggaran ini disiapkan untuk hal-hal yang tidak terduga.

“Jadi, jika Damkar atau dinas lain butuh dana mendadak, mekanismenya sudah ada dan bisa dicairkan,” jelasnya.

Hasto tidak memungkiri, kebijakan efisiensi ini dipicu oleh melonjaknya biaya operasional akibat perubahan harga BBM.

Kondisi ini paling dirasakan oleh instansi dengan mobilitas armada tinggi, seperti Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengoperasikan banyak truk sampah.

Namun, ia meminta masyarakat tidak perlu panik karena kondisi anggaran, baik di Damkar maupun DLH, dipastikan masih dalam batas aman.

“Untuk Damkar, kebutuhan operasional sampai September masih bisa teratasi melalui perubahan anggaran. Selain itu, kami juga tetap punya cadangan dari BTT, jadi semua kebutuhan penting tetap terantisipasi,” pungkas Hasto.

Sebelumnya, melalui akun media sosial resminya pada Sabtu (13/6/2026), Damkar Kota Yogyakarta sempat menyampaikan permohonan maaf karena harus memperketat filter laporan masyarakat demi efisiensi operasional.

Meski harus melakukan penyesuaian, Damkar menegaskan komitmennya untuk tetap bersiaga 24 jam penuh demi keselamatan warga. ***

Berita Lainnya

Terkini