Kodam IX/Udayana Lantik 1.407 Prajurit Baru, Awal Pengabdian untuk Negeri

22 Mei 2026, 14:54 WIB

Buleleng – Dentuman semangat juang dan tekad pengabdian bergema di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Banyuning, Buleleng, Jumat (22/5/2026).

Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang I TA 2026 menjadi saksi lahirnya 1.407 prajurit muda yang resmi menyandang pangkat Prajurit Dua, siap mengabdikan diri demi bangsa dan negara.

Upacara yang dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi berlangsung khidmat, penuh simbol sakral.

Rangkaian prosesi militer dari pemeriksaan pasukan, penanggalan tanda siswa, pemasangan pangkat, hingga pengambilan sumpah prajurit menjadi penanda transformasi luar biasa: dari warga sipil menjadi prajurit TNI AD yang ditempa fisik, mental, dan disiplin keprajuritan.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang dibacakan Kasdam, ditegaskan keberhasilan menuntaskan pendidikan adalah buah dari kegigihan, loyalitas, dan semangat juang. Kasad mengingatkan,

“Pelantikan ini adalah awal pengabdian yang panjang. Pelihara kehormatan diri, jaga nama baik satuan, dan buktikan kalian layak menjadi bagian dari kekuatan utama TNI Angkatan Darat.”

Kasad menekankan peran vital prajurit muda dalam memperkuat Batalyon Teritorial Pembangunan.

Mereka diharapkan piawai dalam kemampuan tempur, juga hadir di tengah masyarakat, membantu pembangunan, serta memperkokoh ketahanan wilayah demi stabilitas nasional.

Hadir dalam upacara tersebut Danrindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar, para pejabat utama Kodam IX/Udayana, Forkopimda Buleleng, serta perwakilan BUMN dan BUMD.

Seusai prosesi, penghargaan diberikan kepada prajurit berprestasi: Prada Muhammad Aldino (Nilai Tertinggi Tri Pola Dasar dan Pengetahuan/Keterampilan), Prada Aril Efendi (Nilai Tertinggi Sikap dan Perilaku), serta Prada Oswald Juventus Kaenube (Nilai Tertinggi Jasmani Militer).

Tak berhenti di sana, para prajurit muda menampilkan demonstrasi keterampilan militer Bela Diri Militer, ketangkasan halang rintang, hingga atraksi Separko yang mencerminkan kekuatan fisik, kekompakan, disiplin, dan kesiapan mental menghadapi tugas pengabdian.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan, keberhasilan ini adalah bagian penting dari upaya menyiapkan sumber daya manusia TNI AD yang profesional, adaptif, dan dicintai rakyat.

“Mereka telah ditempa untuk memiliki mentalitas tangguh, jiwa korsa, serta kesiapan menghadapi dinamika tugas ke depan,” ujarnya.

Penutupan Dikmata Infanteri Gelombang I TA 2026 menjadi tonggak lahirnya generasi prajurit TNI Angkatan Darat yang tangguh, adaptif, dan senantiasa hadir untuk rakyat, menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.***

Berita Lainnya

Terkini