Jakarta – Sektor perikanan Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan tajinya sebagai motor penggerak ekonomi daerah, Selasa (8/9).
Hingga pertengahan tahun 2026, volume ekspor hasil perikanan mencapai 738 ton dengan nilai fantastis Rp171 miliar, menegaskan peran strategis perikanan sebagai penopang geliat ekonomi masyarakat.
Plt. Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, menegaskan keberhasilan ini tidak lepas dari efektivitas layanan sertifikasi jaminan mutu yang cepat dan berbasis online. “Ekspor perikanan yang disertifikasi KKP telah mampu menyokong perekonomian Sulawesi Tenggara dengan kontribusi lebih dari 2.200 ton senilai Rp313 miliar pada tahun 2025,” jelasnya.
Tuna, gurita, tenggiri, dan rajungan asal Sultra kini menjadi komoditas champion yang digemari konsumen internasional. Produk perikanan daerah ini telah menembus pasar Amerika Serikat, Jepang, Australia, Meksiko, Singapura, Filipina, Thailand, Kanada, hingga Republik Dominika.
Sebanyak 17 jenis komoditas telah didampingi KKP untuk memenuhi sertifikasi mutu sesuai standar negara tujuan, mulai dari CBIB (Good Aquaculture Practice), CPIB Kapal, SKP, hingga HACCP.
Kepala Balai Mutu Kendari, Muhammad Zamrud, menambahkan sertifikasi mutu berhasil mendongkrak ekspor dan membuka lapangan kerja baru.
“Saat ini terdapat 15 Unit Pengolahan Ikan (UPI) ekspor yang mampu menyerap 1.249 tenaga kerja, terdiri dari 468 laki-laki dan 781 perempuan,” ungkapnya.
Dengan capaian ini, sektor perikanan Sulawesi Tenggara menjadi kebanggaan daerah dan pilar penting dalam mendukung ekonomi nasional. Konsistensi ekspor yang ditopang layanan mutu KKP membuktikan perikanan Indonesia mampu bersaing di pasar global sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.***

