Langkah Syukur di Usia 80 Tahun: Sri Sultan HB X: Hidup Terus Berubah, Lir Gumanti

Kirab budaya Mangayubagya digelar pamong kelurahan dan warga menjadi bukti eratnya hubungan antara Keraton, pemerintah dan rakyat Yogyakarta

2 April 2026, 21:43 WIB

Yogyakarta – Sri Sultan Hamengku Buwono X merayakan ulang tahunnya yang ke-80 dengan penuh kehangatan bersama masyarakat Yogyakarta.

Kirab budaya Mangayubagya yang digelar pamong kelurahan dan warga menjadi bukti eratnya hubungan antara Keraton, pemerintah, dan rakyat.

Ribuan orang bahkan rela berdesakan sejak pagi untuk menyaksikan kirab hasil bumi yang meriah.

Di tengah suasana syukur, Sultan tak kehilangan selera humornya. Saat diwawancarai, ia berseloroh di usia 80 tahun, berdiri lama sudah bukan hal mudah.

“Berdiri 3 jam lebih ya ra kuat,” ucapnya sambil tersenyum.

Candaan itu disambut hangat, menambah nuansa akrab di hari istimewanya.

Meski begitu, Ngarsa Dalem tetap menekankan rasa terima kasih atas kehadiran masyarakat dan jajaran pemerintah.

Ia berharap semua tetap sehat dan bersama-sama menjaga falsafah Jawa di tengah perubahan zaman.

“Bagaimanapun semuanya kan terjadi, terjadi Lir Gumanti,” tuturnya, mengingatkan, hidup selalu bergerak.

Sultan juga menegaskan simbolisasi hasil bumi yang dikembalikan melalui bupati dan wali kota, agar bisa dibagi rata dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Momen ini bukan sekadar perayaan pribadi, melainkan refleksi perjalanan panjang seorang pemimpin yang terus berupaya menjaga harmoni budaya dan kehidupan rakyat Yogyakarta. ***

Berita Lainnya

Terkini