Legislatif DIY Fokus Jadikan Museum Ruang Edukasi Budaya

Wakil Ketua Komisi D Prabu Semendawai, menyatakan Raperda ipengelolaan museum guna mempertegas identitas Yogyakarta sebagai City of Museum.

14 April 2026, 09:22 WIB

Yogyakarta – Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mempersiapkan payung hukum untuk memperkuat pengelolaan museum di wilayahnya.

Upaya ini bertujuan menjadikan museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda antik, melainkan ruang edukasi dan advokasi budaya yang strategis bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikan dalam Kunjungan Dalam Daerah (KDD) Komisi D ke Museum Ullen Sentalu, Pakem, Sleman.

Kunjungan difokuskan pada pemantauan pengelolaan, pelestarian, serta penguatan fungsi kurasi budaya sebagai bahan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang museum.

Ketua Komisi D DPRD DIY, RB. Dwi Wahyu B. menyoroti minimnya sinergi antarkebijakan. Ia menekankan pentingnya museum sebagai pilar pendidikan non-formal dan fondasi kesadaran sejarah bagi generasi muda.

“Keprihatinan kami adalah belum adanya kolaborasi masif antara OPD terkait dalam mendukung peran museum,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi D, Anton Prabu Semendawai, menambahkan  Raperda ini diharapkan mempertegas identitas Yogyakarta sebagai City of Museum.

Ia menekankan perlunya perhatian khusus bagi museum swasta agar dapat berkelanjutan.

“Ke depan, Raperda ini diharapkan menjadi payung bagi seluruh museum, baik pemerintah maupun swasta, sehingga mampu meningkatkan daya tarik wisata DIY,” jelasnya.

Kepala Museum Ullen Sentalu, KRHT Daniel Haryodiningrat, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan perlunya sinergi konkret antara pemerintah, akademisi, dan praktisi museum.

Daniel juga memaparkan konsep living heritage, yakni museum yang menghidupkan nilai budaya melalui program interaktif, bukan sekadar memajang koleksi statis.

“Kami berharap kerja sama ini berjalan berkelanjutan sehingga Yogyakarta semakin kuat sebagai kota budaya sekaligus kota pariwisata,” ungkapnya. ***

Berita Lainnya

Terkini