Mabuk, Anggota TNI Tewas Dikeroyok

14 April 2015, 20:37 WIB
ilustrasi

Kabarnusa.com – Seorang anggota TNI yang bertugas di Yonif Mekanis 741/SBW, Jembrana tewas diduga dikeroyok teman-temannya. Pengeroyokan terjadi lantaran korban dan pelaku dalam kondisi mabuk.

Informasi dihimpun, peristiwa sebenarnya terjadi Minggu (12/4/2015) pukul 20.30 wita terhadap korban Serka Rikiman.

Dia diduga dianiaya Sertu IMAP bersama teman-temannya di antaranya Serka AP, Sertu IPM dan Serda SW, kesemuanya anggota TNI.

Kasus penganiayaan menyebabkan korban tewas berawal Serka A bersama Sertu IPM minum di sebuah di kafe Jalan Ngurah Rai, Kabupaten Jembrana.

Sekitar pukul 15.00 Wita, mereka berdua bermaksud kembali ke rumah susun (Rusun) Yonif Mekanis 741/SBW Jembrana. Mereka sempat mampir ke swalayan membeli Mansion House, Pupply Orange dan Bir Bintang untuk di bawa ke Rusun.

Sekitar pukul 17.30 wita, mereka bertiga sepakat  ke Gilimanuk. Namun, Serka A mengajak korban yang saat itu sedang duduk-duduk di teras Rusun untuk ikut bersama mereka jalan-jalan ke Gilimanuk.

Mereka ke Gilimanuk menggunakan mobil sedan Honda City, warna Merah Hitam, Nopol DK 413 BA yang dikemudikan oleh Serda SWY, sekaligus sebagai pemilik mobil.

Dalam perjalanan menuju Gilimanuk, korban mabuk dan berteriak-teriak dengan kata-kata kasar serta meronta minta keluar dari mobil.

Mengetahui korban mabuk, Serka A memerintahkan sopir mengarahkan mobil ke arah jalan menuju Singaraja guna mencari tempat sepi.

Mobil mereka hentikan di tempat sepi sekitar 100 meter dari pertigaan Cekik, Gilimanuk. Mereka mencari tempat sepi dengan maksud menenangkan korban.

Korban tiba-tiba keluar dari mobil sambil terus berteriak histeris dan meronta, hingga selanjutnya korban dipaksa masuk kembali ke dalam mobil untuk diajak kembali pulang menuju asrama.

Dalam perjalanan pulang itulah, korban terus berteriak histeris dan meronta sambil mengeluarkan kata-kata kasar, dianiaya teman-temannya hingga wajahnya nyonyor dan dadanya memar serta mengeluarkan darah.

Sesampai di Mako sekitar pukul 20.15 wita, Serda S mengeluarkan korban dari mobil dalam kondisi sudah berlumuran darah.

Korban sempat diberikan upaya pengobatan P3K Dansikes Yonif Mekanis 741/SBW. Namun sekitar pukul 20.30 Wita, karena luka korban cukup parah di bagian wajah kemudian dievakuasi ke RSUD Negara.

Lantaran luka korban cukup parah, akhirnya korban di rujuk ke RSUP Sanglah sekitar pukul 23.17 Wita. Sayangnya setelah beberapa jam mendapat perawatan di RSUP Sanglah, akhirnya Senin (13/4/2015) pukul 19.21 Wita, korban meninggal dunia.

Kepala Penerangan Kodam IX Udayana Kolonel Abdijon Sinaga membenarkam anggotanya meninggal dunia setelah mendapat tindak penganiayaan oleh para pelaku.

“Ada empat anggota yang diduga pelaku sudah dimimtai keterangan, kasusnya dalam penanganan yang dilimpahkan ke Denpom IX-3/Denpasar, untuk diproses sesuai prosedur hukum berlaku. (dar)

Berita Lainnya

Terkini