Masyarakat Mulai Rawat dan Sulam Kebun Karang di Bali

16 Januari 2021, 20:06 WIB

Masyarakat Mulai Rawat dan Sulam Kebun Karang di Bali

Jakarta – Pasca pelaksanaan program padat karya Indonesia Coral Reef
Garden (ICRG) atau restorasi terumbu karang dengan pembuatan kebun karang yang
dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2020, kelompok
masyarakat terlihat mulai merawat dan menyulam kebun karang tersebut di Bali.
(16/1/2021).

Di salah satu lokasi ICRG yang berada di Buleleng, Pokmaswas Penimbangan
Lestari Desa Baktiseraga terpantau sedang melakukan pemeliharaan struktur
kebun karang pada Kamis (7/1/2021).

Pemeliharaan struktur dilakukan dengan melakukan pembersihan sampah yang
tersangkut di struktur hexagonal.

“Selain membersihkan sampah, masyarakat juga melakukan penyulaman bibit karang
yang ditanam di struktur,” ujar Direktur Jasa Kelautan, Direktorat Jenderal
Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL), Miftahul Huda saat memberikan keterangan
di Jakarta.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan di Kabupaten Buleleng terdapat 13.486 unit
struktur karang buatan terdiri dari hexagonal, fishdome, roti buaya, dan
patung.

Ia juga mengungkapkan, sejak awal program ini adalah ditujukan untuk
masyarakat di Bali, dikerjakan oleh masyarakat Bali dan akan kembali
manfaatnya secara jangka panjang untuk Bali.

“Harapannya tentu saja masyarakat bisa menjaga dan merawat kebun karang ICRG
yang telah dibangun dan dapat menuai manfaat baik secara langsung maupun tidak
langsung,” sambungnya.

Direktur Jenderal PRL TB Haeru Rahayu saat ditemui di Jakarta menyampaikan
bahwa ICRG merupakan bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang
digalakkan pemerintahan pusat sebagai solusi dari dampak pandemi Covid-19.

Di antaranya untuk menciptakan lapangan kerja, menjaga ekosistem terumbu
karang, serta sebagai lokasi wisata dan edukasi. Program padat karya yang
bergulir sejak Oktober 2020 ini dilakukan di lima lokasi di Bali, yakni Pulau
Dua, Pandawa, Serangan, Sanur, dan Buleleng.

Total dana yang digelontorkan untuk menyukseskan ICRG lebih dari Rp.111
Miliar, bersumber dari pemerintah pusat dan daerah. Data yang dihimpun
menunjukkan tenaga kerja yang terserap dalam kegiatan ICRG ini lebih dari
10.171 orang. (riz)

Artikel Lainnya

Terkini