Nusa Dua – Ajang akbar Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) World Convention 2026 yang resmi dibuka di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, menjadi wadah strategis bagi para pelaku usaha global untuk membahas tantangan ekonomi terkini.
Dalam sesi pertemuan pembukaan yang iberlangsung pada 12 hingga 15 Agustus 2026 ini, Anthony Putihrai selaku Director World Convention Bali 2026 menyoroti pentingnya langkah konkrit dalam membantu sektor bisnis mikro dan kecil di tengah himpitan beban bunga pinjaman yang tinggi.
Anthony mengungkapkan keprihatinannya terhadap para pelaku usaha mikro dan kecil yang kerap terpaksa mengandalkan pinjaman online (pinjol) dengan suku bunga yang sangat memberatkan, mencapai kisaran 0,33%.
Menanggapi persoalan tersebut, pihaknya tengah merancang solusi alternatif melalui pengelolaan koperasi berbiaya rendah dengan menetapkan suku bunga pinjaman yang jauh lebih terjangkau, yakni hanya 12% per tahun.
“Kita sangat sedih ketika mereka orang itu mengambil pinjol dengan bunga yang begitu tingginya ya 0,33% itu. Jadi kami sedang merancangkan kita hanya memberikan itu 12% per tahun ya peminjaman,” ujar Anthony Putihrai dalam konferensi pers.
Lebih lanjut, ia menjelaskan inisiatif penguatan ekonomi kerakyatan ini diprioritaskan terlebih dahulu bagi anggota internal melalui pendekatan closed-loop atau sistem tertutup sebagai proyek percontohan (pilot project), sebelum nantinya diperluas secara bertahap kepada masyarakat luas.
Menurut Anthony, koperasi dinilai sebagai instrumen ekonomi yang paling mudah dan efektif untuk dibangun dan diakses oleh masyarakat dibandingkan mendirikan lembaga perbankan formal yang memiliki regulasi administratif serta perizinan ketat dari otoritas terkait.
Melalui langkah-langkah strategis ini, FGBMFI World Convention 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan kerohanian semata, melainkan mampu melahirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.***

