Mobil Klasik 1930-an Ketemu Tenun Bali! Siap Jadi Kiblat Mode Dunia?

Putri Koster berharap kegiatan yang mendukung pelaku industri kreatif ini dapat diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan agar memberikan nilai tambah bagi produk lokal.

21 September 2026, 05:36 WIB

Gianyar – Penyelenggaraan Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 di Tuksedo Studio, Gianyar, pada Jumat (19/9/2026), mendapat apresiasi penuh dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster.

Acara yang memadukan kreativitas otomotif dan fesyen ini dinilai sukses menghadirkan ruang strategis bagi para desainer lokal untuk mengangkat kain tenun endek serta kain tradisional khas Bali lainnya ke kancah global.

Dalam pandangannya, penguatan ekosistem fesyen Bali harus berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya.

Putri Koster berharap kegiatan yang mendukung pelaku industri kreatif ini dapat diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan agar memberikan nilai tambah bagi produk lokal.

“Teruslah digaungkan, angkat juga kearifan tenun tradisional kita, hingga suatu saat Bali tidak hanya terkenal karena tariannya, tidak hanya terkenal dengan tembangnya, tetapi suatu saat nanti Bali bisa menjadi kiblat mode dunia selain negara-negara di Eropa,” ujar Putri Koster saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut, ia menekankan pengembangan industri fesyen tidak dapat dicapai secara instan, melainkan memerlukan proses panjang, konsistensi, serta kolaborasi dari berbagai pihak.

Perluasan ruang berkarya dan promosi dinilai krusial agar desainer lokal beserta kain tradisional Bali semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

Sebagai motivasi, ia mencontohkan kesuksesan desainer Bali, Nyoman Adi, melalui label TAKSU yang sukses membawa karyanya ke panggung fesyen bergengsi di Paris dan Jepang.

Sementara itu, CEO Tuksedo Studio, Pudji Handoko, menjelaskan bahwa ajang Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 juga menjadi momentum penting bagi peluncuran mobil First Lady.

Kendaraan istimewa tersebut dirancang langsung di Bali dengan mengusung konsep klasik era 1930-an yang dipadukan dengan sentuhan gaya Art Deco.

Peluncuran kendaraan klasik ini dikemas secara apik bersama peragaan busana karya desainer lokal yang memanfaatkan kain tenun endek Bali.

Melalui kolaborasi lintas bidang antara otomotif dan fesyen ini, Dekranasda Provinsi Bali berharap dapat terus mendongkrak daya saing, memperluas pasar perajin, serta menjadikan Bali sebagai salah satu pusat mode dunia berbasis kekayaan budaya lokal.***

Berita Lainnya

Terkini