Manajemen Pastikan Bandara Ngurah Rai Aman Usai Isu Ancaman Bom

Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, menjelaskan dari hasil penelusuran tidak ditemukan indikasi kebenaran atas informasi ancaman bom yang diterima pihak bandara

4 Agustus 2026, 11:32 WIB

Badung -Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali memastikan seluruh operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan berjalan aman, lancar, serta terkendali.

Kepastian ini disampaikan menyusul informasi elektronik berisi dugaan ancaman bom yang diterima pihak bandara pada Minggu (2/8/2026) pukul 21.58 WITA.

Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, menjelaskan Komite Keamanan bersama instansi terkait langsung bergerak cepat begitu menerima informasi tersebut.

Mereka menerapkan prosedur penanganan ancaman keamanan sesuai standar operasional yang berlaku.

“Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan indikasi kebenaran atas informasi yang diterima pihak bandara,” ujar Gede Eka dalam keterangan resminya pada Selasa (4/8/2026).

Pihak manajemen mengimbau kepada seluruh pengguna jasa bandara dan masyarakat umum agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai atau menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Sebagai pengelola, manajemen berkomitmen penuh untuk senantiasa mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan operasional bandara.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak bercanda atau menyampaikan informasi palsu terkait ancaman bom maupun bentuk gangguan keamanan lainnya.

Mengingat bandara merupakan objek vital nasional, pengamanannya dilakukan secara ketat berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Manajemen menegaskan segala bentuk penyampaian informasi palsu mengenai ancaman di area bandara merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Ke depan, pengelola Bandara Ngurah Rai akan terus berkoordinasi dengan instansi berwenang dan menyampaikan perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi. ***

Berita Lainnya

Terkini