Gunungkidul – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemkab Gunungkidul resmi menyalurkan bantuan hewan kurban pada Senin (25/5).
Tahun ini, bantuan terkumpul sebanyak 7 ekor sapi dan 44 ekor kambing yang berasal dari kolaborasi APBD, BUMD, hingga Baznas.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan, distribusi hewan kurban akan diprioritaskan bagi wilayah terluar dan daerah yang partisipasi kurbannya masih rendah, seperti di wilayah Panggang, Ngawen, dan Gedangsari.
Hal ini dilakukan agar bantuan tersebar merata dan tidak menumpuk di satu titik saja.
Program ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga menjadi upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dengan pemenuhan gizi protein hewani.
Demi menjamin kesehatan hewan, Pemkab bekerja sama dengan 60 mahasiswa kedokteran hewan UGM untuk melakukan pengawasan ketat, mulai dari kesehatan ternak hingga pelatihan penyembelihan yang higienis.
Kabar gembiranya, stok hewan kurban di Gunungkidul sangat melimpah, yakni mencapai 16.000 ekor sapi dan 26.000 ekor kambing.
Tingginya permintaan bahkan membuat penjualan sapi ke luar daerah meningkat menjadi 4.700 ekor.
Dampak positif ini pun dirasakan langsung oleh peternak lokal karena harga kambing kini mulai naik menjelang Idul Adha, membawa angin segar bagi ekonomi warga setempat. ***

