Perkembangan Pasar Modal Indonesia: SRO, Pertumbuhan Investor, dan Ketahanan di Tengah Dinamika Global

Gusti Agus Andiyasa menjelaskan arah kebijakan dan langkah-langkah strategis yang ditempuh BEI hingga saat ini ditujukan untuk terus mendorong kemajuan industri pasar modal nasional di tengah lanskap keuangan global yang dinamis.

31 Juli 2026, 10:02 WIB

Denpasar – Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Bali, I Gusti Agus Andiyasa, memaparkan dinamika komprehensif industri keuangan global dan domestik, struktur Self-Regulatory Organization (SRO), serta pertumbuhan impresif jumlah investor pasar modal di Indonesia

Agus Andiyasa menyampaikan paparannya dalam kegiatan workshop wartawan daerah yang diselenggarakan di kantor IDX Denpasar, Jumat 31 Juli 2026.

Dalam pemaparannya, I Gusti Agus Andiyasa menjelaskan arah kebijakan dan langkah-langkah strategis yang ditempuh BEI hingga saat ini ditujukan untuk terus mendorong kemajuan industri pasar modal nasional di tengah lanskap keuangan global yang dinamis.

Ke depan, berbagai inisiatif lanjutan akan terus dihadirkan guna memperkuat ekosistem pasar modal di Indonesia.

Ia kemudian memaparkan struktur pengawasan pasar modal yang berada di bawah koordinasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan Forum KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan), terdapat empat pilar utama pengawasan sektor keuangan, yakni Bank Indonesia (BI), OJK, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Khusus di lingkup OJK, sektor jasa keuangan terbagi menjadi tiga pilar utama: perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), dan pasar modal.

Di pasar modal sendiri, operasional dan pengawasan didukung penuh oleh tiga lembaga SRO yang diawasi langsung oleh OJK Pasar Modal:

Bursa Efek Indonesia (BEI): Sebagai penyelenggara serta penyedia sarana dan prasarana perdagangan.

KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia): Sebagai lembaga kliring dan penjaminan transaksi, yang menjamin kepastian penyelesaian hak dan kewajiban investor (orang beli saham dapat saham, orang jual saham dapat uang).

KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia): Sebagai sentral penyimpanan efek dan penyelesaian transaksi efek, tempat penyimpanan surat berharga nasional.

Selain ketiga SRO tersebut, terdapat delapan anak perusahaan pendukung yang mencakup lembaga rating, lembaga edukasi, hingga media informasi resmi seperti IDX Channel.

Terkait perkembangan keanggotaan dan statistik pasar modal, I Gusti Agus Andiyasa menyebutkan bahwa hingga saat ini terdapat 90 perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa.

Sementara itu, jumlah perusahaan tercatat (emiten) terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Berdasarkan data per Juni 2026, tercatat sebanyak 957 perusahaan, yang kemudian bertambah menjadi 963 perusahaan tercatat, dengan tambahan tujuh perusahaan baru yang mencatatkan diri di BEI pada tahun ini.

Pertumbuhan yang sangat signifikan juga terlihat dari sisi partisipasi investor. Jumlah investor pasar modal di Indonesia per Juni mencapai 28,9 juta investor, dan berdasarkan data terbaru terus merangkak naik mendekati angka 29,9 juta investor.

Lebih lanjut dipaparkan bahwa produk yang diperdagangkan di BEI tidak hanya terbatas pada instrumen saham.

Berbagai produk alternatif turut memperkaya pilihan investasi bagi masyarakat, meliputi obligasi, Reksa Dana/ETF, Efek Beragun Aset (EBA), Real Estate Investment Trust (REITS), hingga produk derivatif seperti futures dan structured warrant.

Menutup pemaparannya dalam workshop tersebut, I Gusti Agus Andiyasa juga menanggapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tengah mengalami fase penyesuaian di tahun ini.

Tercatat IHSG sempat menyentuh level tertinggi (all-time high) di posisi 9.134 pada 20 Januari, sebelum menghadapi tekanan penyesuaian pasar global dan domestik ke kisaran level 6.100.

Kendati demikian, rata-rata nilai transaksi harian justru menunjukkan peningkatan yang solid, mencapai Rp24 triliun per Juni, meningkat dibandingkan periode tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp18 triliun per hari. Kapitalisasi pasar terbesar saat ini masih dipegang oleh sektor perbankan, sementara nilai transaksi harian tertinggi tercatat pada sektor energi.***

Berita Lainnya

Terkini