Yogyakarta– Kawasan ikonik Malioboro siap bersolek total. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dijadwalkan resmi memberlakukan konsep full pedestrian atau kawasan bebas kendaraan bermotor secara penuh di Malioboro mulai akhir November 2026.
Menjelang hari H, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta langsung bergerak cepat. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk membedah kondisi di lapangan, khususnya jalan-jalan “sirip” atau gang-gang kecil yang terhubung langsung dengan jalur utama Malioboro.
Bukan tanpa alasan tim khusus ini dibentuk. Menurut Hasto, setiap jalan sirip punya karakter dan masalahnya sendiri-sendiri—mulai dari soal pedagang kaki lima, titik putar balik kendaraan, hingga ketersediaan kantong parkir.
Satu sirip itu satu tim untuk mengkaji. Masing-masing sirip kan punya masalah sendiri, mulai dari masalah pedagang, akses putar balik, sampai kantong parkirnya,” ujar Hasto di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.
Hasil temuan dari tim lapangan ini nantinya akan langsung dibahas secara marathon bersama Pemda DIY dan Sekda DIY mulai pekan depan.
Pembahasan dilakukan bertahap—misalnya 4 ruas jalan sirip dulu, lalu dilanjutkan ke ruas berikutnya—agar solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Pemkot juga memastikan bahwa aktivitas harian warga tidak akan lumpuh. Arahan khusus dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, turut menjadi pegangan utama agar urusan penting seperti bongkar muat (loading) hotel dan toko, hingga aktivitas anak sekolah di pagi hari, tetap bisa berjalan lancar.
Kebijakan full pedestrian akhir November mendatang ini merupakan buah hasil dari evaluasi matang berbagai uji coba sebelumnya.
Sebagai langkah pengamanan fisik, Pemda DIY menggelontorkan anggaran sekitar Rp 230 juta sejak Juni 2026 untuk mengganti pagar pembatas lama yang rusak dengan portal otomatis yang lebih modern.
Secara keseluruhan, ada 20 unit portal yang disebar di 13 titik jalan sirip akses utama Malioboro, di antaranya:
Jalan Abu Bakar Ali (1 unit)
Jalan Sosrowijayan & Sosromenduran (3 unit total)
Jalan Perwakilan, Dagen, Pajeksan, Suryatmajan, Pabringan, & Reksobayan Selatan masing-masing 2 unit
Jalan Sosrokusuman, Ketandan Kulon, Beskalan, & Remujung masing-masing 1 unit
Dengan terpasangnya portal-portal ini, lalu lintas liar yang nekat menerobos koridor Malioboro diharapkan bisa dicegah secara maksimal. Selain itu, wajah baru Malioboro ini juga diproyeksikan makin ramah lingkungan dengan mendorong penggunaan moda transportasi hijau, seperti becak listrik.***

