Pertamina Dampingi Perempuan Desa, Olahan Kacang Jadi Cerita Sukses

Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal sebagai salah satu fokus utama program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

21 April 2026, 21:50 WIB

Karangasem – Upaya pemberdayaan perempuan di Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, kini mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian lokal.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Satya Luwih Lestari berhasil mengubah hasil pertanian berupa kacang tanah menjadi produk olahan bernilai jual, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi anggotanya.

Berawal dari produksi sederhana, KWT kini berkembang menjadi unit usaha terstruktur dengan sistem pencatatan produksi dan penjualan yang lebih rapi.

Produk utama berupa kacang goreng dan kacang telur diproses melalui tahapan yang tertata, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan. Perubahan ini membuat produk lebih kompetitif dan layak dipasarkan.

Transformasi tersebut tidak lepas dari dukungan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Manggis melalui Program Jejaring Ulakan. Pertamina menyediakan sarana produksi, pelatihan peningkatan kapasitas, serta pendampingan berkelanjutan.

Dengan adanya program ini, kelompok yang sebelumnya beroperasi secara informal kini mampu beradaptasi menjadi usaha kecil yang lebih profesional.

Ketua KWT Satya Luwih Lestari, Ni Made Suma Mergantini, menegaskan pendampingan tersebut meningkatkan motivasi anggota sekaligus memperkuat arah usaha.

Sementara itu, Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal sebagai salah satu fokus utama program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kisah KWT Satya Luwih Lestari menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.

Dari dapur sederhana di Desa Ulakan, lahir peluang usaha yang tidak hanya meningkatkan pendapatan rumah tangga, tetapi juga memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi desa. ***

Berita Lainnya

Terkini