Denpasar – Bali Internasional Film Festival (BALINALE) edisi ke-19 terus memperkuat perannya sebagai titik temu bagi sineas Indonesia, sineas internasional, dewan juri, dan para profesional industri melalui Bali Film Forum 2026.
Forum ini menjadi platform industri yang dirancang untuk membuka percakapan yang lebih mendalam mengenai strategi festival, kekuatan narasi, jejaring internasional, serta peran film sebagai bagian penting dari ekosistem budaya dan ekonomi kreatif.
Pada tahun ini film action thriller karya Albert Njo Kui-Ying yang berjudul “Road To Vendetta” kembali menghadirkan sinema laga hongkong melalui pendekatan yang lebih kontemporer.
Pemeran film utamanya, Jeffrey Ngai, berkesempatan hadir serta menceritakan pengalaman nya dalam proses produksi film tersebut di rangkaian Bali Film Forum di ICON Bali, pada Rabu (03/06/2026).
“Ini momen untuk berbagi informasi dan pengalaman, saya senang bisa hadir di sini (Balinale),” ungkap Jeffrey Ngai.
Tahun ini, Bali Film Forum menghadirkan dua sesi utama yakni “Festival Strategy for Filmmakers” dan “Importance of Narrative in a Post-Truth World.”
Kedua tema ini menegaskan pentingnya bagi para sineas untuk tidak hanya menciptakan karya yang bermakna, tetapi juga memahami bagaimana film mereka dapat menemukan audiens yang tepat, masuk ke festival yang sesuai, membangun relasi profesional, dan membawa cerita lokal ke ruang global.
Forum ini mempertemukan para sineas, produser, pelaku dokumenter, dan dewan juri yang dihormati, termasuk Eros Zhao, sineas dokumenter dan anggota Dewan Juri BALINALE 2026; Misha Novak, mewakili Grappling Grace; Marcella Zalianty, aktris, produser, dan pegiat budaya; Richard Todd, sineas dokumenter peraih penghargaan; Frank Pollaro, sutradara The Madness of Moonlight; serta Denise Castelli, documentary development executive. Sesi-sesi forum dimoderatori oleh Richard Halstead.
Dalam sambutan pembukaannya, Irini Dewi Wanti, S.S., M.SP., Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menekankan peran strategis film dalam pemajuan kebudayaan.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Kebudayaan melihat pentingnya penguatan ekosistem film, musik, dan seni secara menyeluruh, mulai dari pengembangan talenta, produksi, kurasi, distribusi, festival, pengembangan audiens, hingga kolaborasi internasional.
“Dalam dunia yang berubah sangat cepat, termasuk dengan hadirnya AI, media sosial, dan arus informasi yang semakin kompleks, narasi menjadi semakin penting. Film memiliki kekuatan untuk menghadirkan kedalaman, konteks, empati, dan kemanusiaan,” imbuhnya.
Deborah Gabinetti, Pendiri sekaligus Festival Director BALINALE, menyampaikan bahwa Bali Film Forum merupakan bagian penting dari komitmen BALINALE untuk bergerak melampaui pemutaran film dan mendukung pertumbuhan para sineas serta ekosistem industri yang lebih luas.
“BALINALE selalu percaya bahwa festival film bukan hanya tempat untuk menonton film. Festival adalah ruang untuk bertemu, belajar, membangun kepercayaan, dan menciptakan peluang baru. Bali Film Forum memberi kesempatan bagi para sineas untuk memahami bagaimana karya mereka dapat bergerak lebih jauh mulai dari proses kreatif dan strategi festival hingga membangun hubungan dengan industri internasional,” tutur Deborah Gabinetti.
Ia juga mencatat bahwa sebagai festival film internasional yang tumbuh dari Bali, BALINALE bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan perfilman global.
Marcella Zalianty, aktris, produser, CEO Keana Film, Ketua Umum PARFI 56, sekaligus inisiator Indiskop/Bioskop Independen, menekankan bahwa perfilman Indonesia perlu diperkuat sebagai sebuah ekosistem bisnis kreatif yang utuh.
“Film harus hidup dalam ekosistem yang sehat mulai dari pengembangan talenta, produksi, pendanaan, distribusi, promosi, akses bioskop, festival, komunitas, hingga penonton. Dibutuhkan komitmen dan disiplin untuk menempatkan film sebagai kekuatan budaya sekaligus bisnis kreatif yang berkelanjutan,” ujar Marcella.
BALINALE menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, pembicara, sineas, dewan juri, komunitas, relawan, dan anggota komite yang telah mendukung penyelenggaraan festival tahun ini.***

