PHE Pacu Ketahanan Energi Nasional Lewat Ajang Pertamina Goes to Campus 2026 di UHO

Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations PHE, Fitri Erika, menyatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan dinamika sektor energi, industri hulu migas, serta ragam kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.

8 September 2026, 18:57 WIB

Kendari–  PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menggelar ajang Energizing Talks-Youth Stage dalam rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Auditorium Mokodompit, Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, pada Senin (7/9).

Acara yang mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact” ini dihadiri ribuan mahasiswa secara hibrida guna membekali generasi muda dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations PHE, Fitri Erika, menyatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan dinamika sektor energi, industri hulu migas, serta ragam kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami peran strategis sektor ini sejak dini.

Dalam sesi Youth Stage bertajuk “Future Talent, Future Impact: Different Paths, One Energy Future”, diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.

Assistant Manager RAM PT Pertamina EP Donggi & Matindok Field, Amirullah, memaparkan pentingnya persiapan karakter dan kompetensi bagi talenta muda yang berminat berkarier di sektor migas.

Banyak mahasiswa mungkin belum mengenal PT Pertamina Hulu Energi, ruang lingkup bisnisnya, serta perannya dalam industri energi Indonesia.

“Melalui perjalanan karier saya dari masa kuliah hingga menjadi Perwira Pertamina, penting bagi mahasiswa untuk memahami gambaran industri hulu migas, tantangan dan peluang yang ada, serta mulai mempersiapkan kompetensi dan karakter yang dibutuhkan oleh industri agar memiliki kesempatan berkarier di sektor energi,” ujar Amirullah.

Dari kalangan akademisi dan prestasi, Mahasiswa Universitas Hasanuddin sekaligus 3rd Runner Up Energy Debate Championship (EDC) PGTC 2025, Zahra Munadira, menekankan pentingnya peran kompetisi dalam mengasah kapasitas berpikir kritis mahasiswa.

Pengalaman mengikuti Energy Debate Championship sangat membantu membangun kapasitas serta mengubah cara pandangnya terhadap sektor energi.

“Pengalaman selama menjadi mahasiswa adalah hal yang paling membentuk kapasitas dan kepercayaan diri, sehingga mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk mulai membangun kapasitas diri dan memberikan kontribusi sesuai bidangnya sejak di bangku kuliah,” tutur Zahra.

Sementara itu, Co-Founder Pandawara Group, Gilang Rahma, menyoroti urgensi pemanfaatan media digital dan komunikasi publik untuk menumbuhkan kesadaran budaya hemat energi di tengah masyarakat luas.

Media digital memiliki peran besar untuk membuat isu energi menjadi lebih dekat, relevan, dan mudah dipahami oleh generasi muda.

“Melalui pengalaman membangun gerakan sosial, komunikasi publik mampu mendorong masyarakat mengubah kebiasaan dan melakukan aksi nyata, di mana generasi muda dapat mulai menerapkan budaya bijak berenergi melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” kata Gilang.

Selain gelar wicara interaktif, rangkaian PGTC 2026 di UHO turut dimeriahkan dengan peluncuran kompetisi nasional seperti Energy Debate Championship (EDC), Energynovation Ideas Competition (EIC), program kewirausahaan Pertamuda Seed & Scale, pameran interaktif, hingga sesi khusus bersama tim Human Capital PHE guna mencetak talenta unggul masa depan.***

Berita Lainnya

Terkini