Polisi Selidiki Dugaan Kontaminasi Makanan di Acara Pamitan Haji Mlati

Dugaan keracunan terjadi setelah acara pamitan haji di Gedung Dakwah Azakiah Sleman pada Minggu, 3 Mei 2026.

5 Mei 2026, 11:25 WIB

Sleman – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan warga Padukuhan Toragan, Tlogoadi, Mlati, Sleman, DIY, tengah diselidiki aparat kepolisian. Peristiwa ini terjadi setelah acara pamitan haji di Gedung Dakwah Azakiah pada Minggu, 3 Mei 2026.

Sekitar 100 tamu undangan menerima snack dan nasi kotak saat registrasi, yang kemudian dikonsumsi menjelang siang. Namun, pada malam harinya sejumlah warga mulai mengalami gejala pusing dan mual, bahkan berlanjut hingga muntah dan diare pada dini hari.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan, laporan pertama diterima Polsek Mlati pada Senin pagi, 4 Mei 2026, sekitar pukul 09.17 WIB.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono bersama tim langsung mendatangi sejumlah lokasi, termasuk Puskesmas Mlati 2, rumah Kepala Dukuh Toragan, serta rumah salah satu warga berinisial S (70).

Dari pendataan sementara, 18 orang diperiksa di posko Padukuhan Toragan, tujuh orang dirawat di RSA UGM, dan satu orang di Puskesmas Mlati 2.

Dugaan sementara mengarah pada menu nasi kotak yang disajikan dalam acara tersebut.

Beberapa korban yang dirawat di RSA UGM diketahui mengonsumsi sayur krecek ati, sementara tamu lain yang memilih menu ayam panggang tidak mengalami gejala serupa.

Hasil laboratorium awal menunjukkan adanya indikasi bakteri yang menyebabkan muntaber.

Polisi menduga kontaminasi terjadi dalam proses pengolahan, penyimpanan, atau distribusi makanan yang tidak memenuhi standar higienis.

Saat ini, kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mendorong uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab utama.

Selain memantau kondisi sosial warga, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan pangan, terutama dalam kegiatan berskala besar, guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang. ***

Berita Lainnya

Terkini