Rayakan ‘Kembalinya Jogja’, Disbud Sleman Siapkan Edukasi Sejarah yang Seru di Monjali

Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Disbud Sleman, Joko Dwi Haryadi, menjelaskan peristiwa 'Kembalinya Jogja' bukan hanya catatan masa lalu

6 Juni 2026, 00:04 WIB

Sleman – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman tengah bersiap menyambut peringatan bersejarah ‘Kembalinya Jogja’. Tahun ini, perayaan tersebut akan dipusatkan di Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali) pada 23 Juni 2026.

Meskipun tanggal bersejarahnya jatuh pada 29 Juni, pihak Disbud sengaja memajukan acaranya agar lebih optimal sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas, terutama generasi muda.

Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Disbud Sleman, Joko Dwi Haryadi, menjelaskan peristiwa ‘Kembalinya Jogja’ bukan hanya catatan masa lalu.

Momentum penting menandai kembalinya Pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta setelah agresi militer Belanda, sekaligus simbol keberhasilan diplomasi bangsa.

Pihaknya punya tanggung jawab moral untuk mewariskan nilai perjuangan ini kepada generasi muda.

Di tengah tantangan era digital, kita ingin sejarah tetap relevan dan menarik untuk dipelajari,” ujar Joko dalam jumpa pers, Kamis (3/6).

Acara di Monjali nanti tidak akan membosankan. Disbud Sleman telah merancang dua agenda utama yang mengombinasikan ilmu pengetahuan dan hiburan:

Sarasehan Sejarah: Diskusi mendalam bersama akademisi, budayawan, dan penggiat sejarah untuk membahas diplomasi dan keteladanan tokoh bangsa.

Sosiodrama Sejarah: Bekerja sama dengan Komunitas Yogyakarta 45, akan ditampilkan pertunjukan seni yang menceritakan situasi Yogyakarta pasca-agresi militer hingga kembalinya kedaulatan RI.

Yang menarik, sosiodrama ini akan digelar malam hari. Harapannya, acara ini bisa menjadi alternatif hiburan edukatif bagi wisatawan, khususnya kalangan remaja, saat berkunjung ke Sleman.

Peserta utama dalam kegiatan ini adalah siswa SMP dan SMA, namun tetap terbuka untuk mahasiswa, guru, dan komunitas sejarah.

Disbud Sleman menegaskan edukasi sejarah tidak hanya dilakukan saat ada peringatan hari besar saja. Sejalan dengan semangat tersebut, Pemkab Sleman juga konsisten menjalankan program.

Program ini menyasar siswa tingkat sekolah dasar sebagai upaya menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.

Untuk bulan Juni ini saja, Disbud telah memfasilitasi 10 sekolah dasar di wilayah Sleman untuk melakukan kunjungan edukatif ke museum-museum setempat.

“Harapan kami, lewat berbagai kegiatan ini, masyarakat semakin bangga dengan sejarah perjuangan bangsa dan bisa meneladani semangat persatuan para pendahulu kita,” tutup Joko.

Berita Lainnya

Terkini