Relawan di Yogyakarta Turun ke Jalan, Tolak Wacana Pembubaran Program Makan Bergizi Gratis

Aliansi Relawan Peduli Bangsa DIY menggelar aksi damai menyuarakan penolakan tegas terhadap wacana pembubaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

19 Juni 2026, 21:33 WIB

Yogyakarta – Suasana di kawasan Titik Nol Kilometer Malioboro, Yogyakarta, menjadi riuh pada Jumat (19/6/2026). Sekitar 250 orang yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Bangsa DIY berkumpul untuk menggelar aksi damai.

Mereka kompak menyuarakan penolakan tegas terhadap wacana pembubaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di tengah aksi, massa membawa berbagai poster yang mencuri perhatian pengguna jalan, di antaranya bertuliskan ‘MBG Bermanfaat’ serta ‘Sistem Rusak Bisa Diperbaiki, Hilang Pekerjaan Kemana Harus Dicari.

Koordinator Lapangan aksi, Raihan Evan, menegaskan bahwa bagi para relawan, MBG bukan sekadar kebijakan pemerintah, melainkan denyut nadi ekonomi mereka.

Raihan Evan membeberkan fakta di Yogyakarta saja, ada sekitar 16.000 relawan yang menggantungkan hidup dari program ini.

“Program ini menghidupi banyak keluarga. Ada yang anaknya tadinya tidak bisa sekolah, sekarang jadi bisa sekolah. Kebutuhan sembako dan belanja harian juga terbantu,” ungkap Raihan di sela-sela aksi.

Ia menambahkan, bagi banyak relawan, program ini adalah pilihan pekerjaan utama di tengah keterbatasan usia maupun latar belakang pendidikan.

Dalam pernyataan sikapnya, aliansi tersebut menyampaikan tiga poin utama kepada pemerintah:

Pertama, Dukungan penuh terhadap keberlanjutan program MBG.

Kedua, Desakan penegakan hukum** yang tegas dan tanpa pandang bulu terhadap pelaku korupsi.

Ketiga, Ajakan menjaga persatuan** nasional.

Terkait isu korupsi, massa aksi dengan tegas meminta pemerintah untuk konsisten. “Kami minta koruptor segera masuk penjara,” tegas Raihan.

Menutup orasinya, Raihan menyampaikan pesan kepada pemerintah terkait nasib program tersebut.

Ia memastikan, para relawan tidak akan tinggal diam jika aspirasi mereka tidak didengar.

“Jika MBG sampai dibubarkan, kami pastikan gelombang protes selanjutnya akan jauh lebih besar lagi,” pungkasnya. ***

Berita Lainnya

Terkini