Buleleng – Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., meresmikan Musala Keramat di Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Bali, Jumat (24/04/2026). Acara ini dihadiri puluhan tokoh masyarakat, pemuka agama, adat, serta jajaran pemerintahan Kabupaten Buleleng.
Peresmian Musala Keramat menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Wamenag ke Bali Utara.
Sebelumnya, ia juga membuka kegiatan Latihan Kader II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja dengan tema “Intelegensia HMI: Ikhtiar Membangun Keadilan Sosial dan Ekonomi sebagai Transformasi Menuju Indonesia Maju”.
Dalam sambutannya, Romo Syafi’i mengapresiasi kuatnya moderasi beragama di Buleleng yang tumbuh secara kultural.
Ia menegaskan, keberadaan situs bersejarah berusia ratusan tahun ini telah menjadi perekat masyarakat lintas agama.
“Dalam catatan saya, tidak pernah ada gesekan antaragama di Kabupaten Buleleng,” ujarnya.
Wamenag juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama agar tidak terpengaruh kepentingan politik. Menurutnya, ikatan historis dan kultural masyarakat Buleleng yang majemuk telah menjadi benteng kuat.
“Semoga moderasi beragama yang baik, didukung semangat toleransi yang tinggi, terus menjaga persatuan dan keutuhan masyarakat di Buleleng,” tambahnya.
Sebelum peresmian prasasti, Wamenag berdialog dengan warga dan tokoh setempat. Salah satunya, Dr. dr. Ketut Putra Sedana, SPOG, menyampaikan kondisi kerukunan antara umat Islam dan Hindu di Buleleng.
Ia menegaskan, masyarakat Hindu di daerah ini menitipkan harapan kepada Wamenag agar umat minoritas di seluruh Indonesia tetap mendapat perhatian.
Acara peresmian turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali Made Muliawan Arya, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, MUI Kabupaten Buleleng, Kawil Kemenag Provinsi Bali, Kakan Kemenag Kabupaten Buleleng, serta pemuka adat dan agama lainnya.***

