Perjalanan Spiritual Bhikkhu: Menyapa Nusantara Dari Buleleng Menuju Borobudur

Para Bhikkhu akan berjalan kaki dari Kabupaten Buleleng Bali menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah

9 Mei 2026, 19:19 WIB

Buleleng – Suasana penuh khidmat menyelimuti Wihara Brahmavihara Arama, Kecamatan Banjar, Jumat (8/5/2026), saat Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna melepas perjalanan suci para Bhikkhu dalam rangka Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026.

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i dan Gubernur Bali I Wayan Koster, menambah semarak momen bersejarah tersebut.

IWFP sendiri merupakan perjalanan spiritual lintas daerah yang membawa pesan perdamaian, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama menjelang perayaan Hari Raya Waisak.

Para Bhikkhu akan berjalan kaki dari Kabupaten Buleleng menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah, dengan melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.

Kabupaten Buleleng menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan ini.

Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan kegiatan tersebut bukan hanya ritual keagamaan, melainkan simbol perdamaian yang dipancarkan dari Bali ke seluruh dunia.

“Kegiatan ini membawa pesan perdamaian yang akan melintasi empat provinsi. Kami yakin hal ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat toleransi dan keharmonisan yang dibawa dalam perjalanan ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menitikberatkan pada keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan sesama.

“Semoga niat mulia ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk hidup dalam toleransi dan kedamaian,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i memberikan apresiasi atas pelaksanaan IWFP.

Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan wujud nyata toleransi antarumat beragama yang telah lama tumbuh di Indonesia.

“Semua ajaran agama mengajarkan manusia untuk mengendalikan hawa nafsu, menebarkan kedamaian, serta membangun kehidupan harmonis,” katanya.

Ia juga menilai dukungan pemerintah daerah dari berbagai latar belakang agama terhadap perjalanan ini menjadi bukti bahwa nilai perdamaian adalah semangat bersama.

“Kami melihat perjalanan ini mendapat dukungan dari kepala daerah dengan latar belakang agama berbeda. Itu bukti bahwa seluruh agama mengajarkan kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang,” tambahnya. ***

Berita Lainnya

Terkini