Pengajian Rutin di Dewata Permai: Kisah Tsa’labah dan Bahaya Lalai Ibadah

Ustaz KH. Umar Faruq Mahfudz SPdi.   dalam paparannya saat ,Pengajian di Gedung Serbaguna YIMA, Sading menekankan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan.

14 Mei 2026, 19:12 WIB

BadungPengajian bersama kembali digelar di Gedung Serbaguna YIMA, Gang Pitu No.7 Dewata Permai,Sading, Badung Kamis (14/5) malam ba’da Magrib.

Kajian rutin dua pekan sekali ini membahas kitab Al Hikam bersama KH. Umar Faruq Mahfudz SPdi.

Dalam paparannya, Ustadz Umar Faruq menekankan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan.

Menurutnya, pangkat, derajat, maupun kondisi seseorang adalah pemberian Allah. Terkadang, Allah justru menahan sesuatu agar manusia lebih dekat kepada-Nya. “Syukur itu kunci, jangan sampai kita terhalang oleh kesibukan dunia,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kisah umat terdahulu, seperti Sahabat Tsa’labah yang tergoda gemerlap dunia hingga lalai menjalankan ibadah.

Akibatnya, zakat yang ia keluarkan tidak diterima oleh Rasulullah maupun para khalifah setelahnya. Kisah ini menjadi pelajaran agar umat tidak terjebak dalam harta dan melupakan kewajiban.

Selain itu, Ustadz Umar mengingatkan bahaya kecil yang sering dianggap sepele, seperti anak-anak yang gemar mengonsumsi permen dengan kandungan berbahaya. “Itu bentuk cinta kita, menjaga kesehatan mereka,” katanya.

Cerita lain yang dibagikan adalah tentang seorang sahabat yang sabar menghadapi sakit.

Karena kesabarannya, Allah memberinya kesembuhan melalui doa Nabi Muhammad. Namun, ketika sehat, ia justru merasa kehilangan kesempatan bertemu malaikat dalam kesabarannya.

Dari kisah ini, Ustadz Umar menekankan bahwa sakit maupun sehat adalah bagian dari pemberian Allah yang harus disyukuri.

Pengajian malam itu berlangsung hangat, diwarnai kisah-kisah teladan yang mengingatkan jamaah untuk tetap istiqamah dalam ibadah, tidak lalai oleh kesibukan dunia, dan selalu menjaga rasa syukur dalam setiap keadaan. ***

Berita Lainnya

Terkini