Salah Paham di Kampus UMY: Intel Polda DIY Sempat Diamankan Mahasiswa

Polda DIY mengonfirmasi pria yang sempat diamankan mahasiswa di UMY memang benar anggotanya yang sedang bertugas.

18 Juni 2026, 13:38 WIB

Yogyakarta– Insiden tidak terduga terjadi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) saat sejumlah mahasiswa mengamankan seorang pria yang diduga sebagai intel kepolisian.

Belakangan, Polda DIY mengonfirmasi pria tersebut memang benar anggotanya yang sedang bertugas.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan, keberadaan anggotanya di area kampus bukanlah untuk mengintimidasi mahasiswa.

Pihak kepolisian menegaskan, sang anggota tengah menjalankan tugas sesuai surat perintah untuk mengawal keamanan peserta aksi demo yang baru saja kembali dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (17/6/2026).

“Anggota kami, baik yang berseragam maupun berpakaian biasa, bertugas memastikan para peserta aksi bisa kembali ke kampus dengan aman dan selamat,” ujar Ihsan kepada media, Rabu malam.

Ihsan pun memastikan, insiden tersebut murni karena kesalahpahaman di lapangan.

Beruntung, masalah ini tidak berlarut-larut. Berkat komunikasi yang baik antara pihak kepolisian, pihak rektorat, dan mahasiswa, situasi segera kondusif dan sang anggota kepolisian sudah kembali ke Polda DIY.

Aksi Massa di Titik Nol Kilometer
Sebelum insiden tersebut terjadi, ratusan mahasiswa dari Aliansi UMY Bergerak (AUB) dan elemen mahasiswa UIN Sunan Kalijaga memang menggelar aksi unjuk rasa di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta.

Sebanyak 470 peserta hadir untuk menyuarakan berbagai aspirasi sejak siang hingga sore hari.
Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah tuntutan krusial, di antaranya:

Tuntutan AUB: Menurunkan harga BBM dan bahan pokok, menghentikan kriminalisasi terhadap warga sipil, serta menuntut reforma agraria.

Tuntutan UIN Sunan Kalijaga: Menghentikan program MBG dan KDMP, mencabut UU Polri dan UU TNI, serta menuntut revisi aturan pendanaan partai politik.

Menanggapi aksi tersebut, pihak kepolisian menegaskan, pengamanan yang dilakukan bersifat persuasif.

Ihsan menekankan, kepolisian sangat menghormati hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kepolisian hadir untuk memberikan pelayanan agar aspirasi berjalan aman dan tertib. Kami pastikan aktivitas masyarakat umum lainnya juga tetap berjalan lancar,” tutupnya. ***

Berita Lainnya

Terkini