Badung — GWK Culture Park kembali bersiap menyemarakkan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia melalui gelaran Pesta Rakyat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Masuk tahun penyelenggaraan ke-6 sejak pertama kali dicetuskan pada 2019, acara tahunan ini mengusung konsep unik bertajuk PESTA.
Direktur Operasional GWK Culture Park, Ch. Rossie Andriani, menjelaskan, konsep tersebut merupakan akronim dari lima elemen utama, yakni Panggung Budaya, Eksplorasi Rasa, Sorak-Sorai, Titik Temu, dan Alam Lestari yang dirancang selaras dengan visi GWK sebagai ikon budaya.
Penyelenggaraan Pesta Rakyat 2026 akan diisi dengan beragam kegiatan menarik pada setiap elemennya. Melalui Panggung Budaya, pengunjung dapat menikmati berbagai permainan dolanan rakyat seperti panjat pinang dan tarik tambang.
Sementara itu, elemen Eksplorasi Rasa memanjakan lidah pengunjung lewat sajian kuliner spesial kemerdekaan seperti burger berwarna merah dan moktail khusus.
Kemeriahan semakin lengkap dengan elemen Sorak-Sorai yang menghadirkan deretan musisi nasional papan atas, termasuk Aldi Tahir, Jussi Lussi, dan The Massive.
Tidak hanya sekadar hiburan, konsep Titik Temu diwujudkan secara inklusif dengan merangkul masyarakat luas, pelaku UMKM, hingga banjar-banjar lokal untuk merayakan kemerdekaan bersama di kawasan GWK.
Pada elemen Alam Lestari, pihak pengelola turut memfokuskan kegiatan pada edukasi lingkungan melalui kampanye pemilahan serta pengolahan sampah organik dan non-organik.
Kemeriahan perayaan ini juga akan ditutup secara spektakuler dengan atraksi pesta kembang api yang ditembakkan dari tiga titik berbeda di area GWK Culture Park.
Konsistensi dalam menghadirkan event nasional ini ditegaskan Rossie sebagai agenda sakral bagi GWK yang telah memiliki empat agenda tahunan tetap sejak 2019, meliputi Festival Penjor, Festival Ogo-Ogo, Pesta Rakyat Agustus, hingga Bali Countdown.
Terkait keikutsertaan UMKM dan tenant kuliner, pihak manajemen melakukan kurasi ketat guna memprioritaskan makanan Nusantara yang bervariasi tanpa adanya duplikasi produk, sehingga seluruh pelaku usaha dapat merasakan manfaat yang merata.
Public Relation Department Head GWK, RR Indriani Kusuma, menambahkan, perayaan ini juga semakin spesial berkat adanya undian berhadiah bagi pengunjung yang membeli tiket masuk, yang didukung pula oleh kesiapan tata kelola kuliner Nusantara oleh Food and Beverage GWK, Ivan Munara, serta pengaturan kategori tiket oleh Event and Experience Department Head sekaligus Koordinator Acara, Wayan Prima Yanti.
Dari sisi kunjungan pariwisata, rata-rata kunjungan harian GWK hingga Juli 2026 tercatat berada di kisaran 3.000 pax, dengan lonjakan hingga 4.000 pax pada akhir Juni hingga Juli lalu.
Mayoritas kunjungan masih didominasi oleh wisatawan domestik, namun kunjungan wisatawan mancanegara mulai menunjukkan peningkatan seiring musim liburan musim panas dari negara asal seperti Australia, India, Korea, dan China.
Meskipun terdapat penurunan sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat lonjakan harga tiket pesawat, pihak manajemen tetap menargetkan angka kunjungan stabil di kisaran 3.000 hingga 3.500 pax per hari pada Agustus 2026 yang memasuki periode low season, sembari mengandalkan pendapatan alternatif dari penyewaan venue untuk konser maupun gala dinner. ***

