Shincheonji Indonesia Ajak Media Kenali Lebih Dekat Kurikulum Alkitab Gratis hingga Aksi Sosial Global

Kennia Ayu Saputri dari Departemen Publikasi Yayasan Shincheonji Langit Baru dan Bumi Baru menjelaskan lembaganya tidak hanya berfokus pada pendidikan pendalaman Alkitab, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial (volunteer).

23 Juli 2026, 14:36 WIB

Denpasar — Yayasan Shincheonji Langit Baru dan Bumi Baru menggelar acara media gathering di Denpasar, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan profil lembaga secara terbuka sekaligus meluruskan berbagai asumsi dan berita yang belum tentu kebenarannya di tengah masyarakat.

Dalam pemaparannya, Kennia Ayu Saputri dari Departemen Publikasi Yayasan Shincheonji Langit Baru dan Bumi Baru menjelaskan lembaganya tidak hanya berfokus pada pendidikan pendalaman Alkitab, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial (volunteer).

“Kami memberikan informasi apa itu Shincheonji, kegiatannya apa saja, dan kemudian apa yang kita lakukan di luar sana untuk jemaat yang lainnya,” tutur Kenia.

Kenia memaparkan Shincheonji memiliki lembaga teologi bernama Zion Christian Center yang menyediakan kurikulum pembelajaran Alkitab secara bertahap, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga tingkat lanjut (advanced).

Seluruh proses belajar ini terbuka bagi siapa saja dan diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

“Semuanya di sini dibelajar dengan sukarela atau tidak dipungut biaya, Jadi jika ada yang mengatasnamakan kita tapi memungut biaya, jelas itu bukan kita. Karena dari perintah pusat sendiri bahwa kita memberikan pengajaran Alkitab juga secara cuma-cuma dan itu gratis,” tegas Kenia.

Untuk mengakomodasi kesibukan para peserta—seperti para pekerja—pihak yayasan menyediakan fleksibilitas belajar melalui metode onsite maupun online.

Selain pendidikan keagamaan, Shincheonji juga aktif menjalankan aksi sosial dan kemanusiaan (Corporate Social Responsibility).

Kenia mengungkapkan bahwa kegiatan kerelawanan yang mereka lakukan sempat mencetak rekor internasional bergengsi.

“Dalam waktu yang sangat singkat dan memperoleh penghargaan MURI. Jadi, dalam waktu yang sangat singkat kegiatan Chiaser ini mendapatkan penghargaan dari istilahnya Guinness World Records ya. Kalau di Indonesia MURI ya, kalau ini sifatnya internasional,” kenang Kenia.

Dalam kesempatan tersebut, diperlihatkan pula dokumentasi momen wisuda akbar yang diadakan di sebuah stadion besar di Korea Selatan.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 100.000 wisudawan dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari kawasan Asia, Eropa, Eurasia, hingga Indonesia.

Melalui media gathering ini, pihak yayasan berharap masyarakat serta media tidak ragu untuk melakukan konfirmasi langsung apabila mendengar isu atau berita seputar Shincheonji, demi mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.***

 

 

 

Berita Lainnya

Terkini