Spiritualitas dan Tradisi Bali Menggema di Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII

2 Juli 2026, 18:37 WIB

Denpasar – Malam penuh pesona kembali hadir di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7).

Ribuan penikmat seni larut dalam magisnya Parade Gong Kebyar Dewasa Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026, yang kali ini menampilkan duta seni Kabupaten Bangli dan Kota Denpasar.

Kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran kurator PKB menambah semarak suasana, sekaligus menegaskan dukungan penuh terhadap pelestarian seni dan tradisi Bali.

Bangli membuka penampilan dengan Tari Ratu Kebasan, garapan sakral yang menggambarkan perjalanan manusia menuju penyucian diri.

Gerak tenang yang bertransformasi menjadi hentakan penuh energi menghadirkan atmosfer kerauhan, simbol penyerahan diri pada kekuatan suci alam semesta. Koreografi sarat makna ini memperlihatkan proses spiritual melepaskan ego menuju kesadaran kosmik.

Denpasar menjawab dengan Tari Banda Yowana, karya kreasi yang lahir pada 1987. Tarian ini mengekspresikan semangat kebersamaan dan persaudaraan generasi muda, melalui komposisi gerak dinamis yang terinspirasi dari estetika Tari Bangdu.

Energi kolektif yang ditampilkan menjadi simbol solidaritas sekaligus penghormatan pada warisan budaya. Pada sajian pamungkas, Bangli menghadirkan garapan Merujaklalang, interpretasi artistik atas ritus sakral pengabenan masyarakat Desa Songan.

Prosesi perebutan rumput ilalang dikemas dalam gerak maskulin, dinamika gong kebyar, dan ritme dramatik.

Simbol “rujak” dimaknai sebagai penghancuran ego jasmani menuju pemurnian jiwa, hingga bermuara pada sukacita menerima kematian sebagai transformasi spiritual.

Denpasar menutup dengan fragmentari Tamtam, kisah spiritual tentang perjalanan dua atma, Gina dan Gidul, yang bereinkarnasi menjadi tokoh berbeda di Jawa dan Mesir.

Alur dramatik sarat pesan filosofis ini menegaskan hidup manusia adalah proses penyucian diri melalui penghayatan dharma, hingga mencapai pelepasan menuju swargaloka.

Gubernur Koster mengapresiasi penampilan kedua duta seni yang dinilai mampu menghadirkan kekuatan tradisi, spiritualitas, dan kreativitas dalam satu panggung.

“Pesta Kesenian Bali adalah ruang apresiasi seni dan wahana pelestarian nilai spiritual, sejarah, serta identitas budaya Bali yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.***

Berita Lainnya

Terkini