Maybank Marathon 2026 Perluas Aksi Keberlanjutan Lewat Donasi dan Aksi Kolektif Pelari

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menjelaskan ajang ini dirancang lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Melalui platform ini, semangat berlari dipadukan secara harmonis dengan kepedulian terhadap sesama dan pelestarian lingkungan hidup.

18 September 2026, 16:10 WIB

 Jakarta— Penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa yang dihelat pada 23 Agustus lalu di Bali berjalan sukses.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sukses memperluas cakupan dampak sosial dan lingkungan secara signifikan melalui integrasi berbagai inisiatif keberlanjutan (sustainability) yang melibatkan langsung partisipasi aktif para pelari.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menjelaskan ajang ini dirancang lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Melalui platform ini, semangat berlari dipadukan secara harmonis dengan kepedulian terhadap sesama dan pelestarian lingkungan hidup.

Maybank Marathon kami bangun bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai platform yang mempertemukan semangat berlari dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Steffano melalui keterangan resminya.

Ia menambahkan program penggalangan dana Maybank Marathon Run for Charity (MMRFC) tahun ini berhasil menghimpun donasi sebesar Rp933.711.005.

Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 29% dibandingkan tahun sebelumnya, melibatkan 35 pelari penggerak inspirasi bersama 6 mitra keberlanjutan. Seluruh dana yang terkumpul disalurkan langsung kepada para penerima manfaat, sehingga setiap kilometer langkah pelari turut memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada aspek sosial melalui penggalangan dana, Maybank Indonesia juga memperkuat komitmen lingkungan dengan melibatkan para peserta secara langsung di lintasan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, dihadirkan inisiatif “Jejak Hijau Runner” yang diemban oleh pelari pacer kelompok akhir kategori Marathon sub-6 jam 30 menit dan sub-7 jam.

Selain bertugas memandu peserta menjaga ritme untuk mencapai garis finis sebelum cut-off time, para pacer ini bertindak sebagai champion yang mengampanyekan aksi ramah lingkungan. Di sepanjang rute perlombaan, mereka secara aktif memungut sampah yang ditemui, sekaligus memberi teladan bahwa pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil.

Heran of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menegaskan keterlibatan para pelari merupakan kunci penting dalam mewujudkan penyelenggaraan lomba yang bertanggung jawab.

Melalui Jejak Hijau Runner, kami ingin menunjukkan bahwa setiap pelari dapat mengambil bagian dalam perjalanan sustainability Maybank Marathon.

”Kehadiran mereka di lintasan bukan hanya membantu pelari lain mencapai garis finis, tetapi juga membawa semangat untuk menjaga lingkungan di sepanjang perjalanan,” ungkap Maria.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari langkah bertahap menuju target ambisius Maybank Indonesia untuk mewujudkan Maybank Marathon Netral Karbon 2030. Langkah ini dibangun di atas fondasi pengukuran jejak karbon pada penyelenggaraan tahun 2025 yang mencatat emisi sebesar 4.336 tCO₂e—sebagian besar disumbangkan oleh aktivitas transportasi dan akomodasi pelari.

Data baseline tersebut kini menjadi acuan dalam penyusunan Roadmap Jejak Hijau yang direalisasikan melalui optimalisasi armada bus shuttle, penggunaan kendaraan listrik, hingga pengelolaan limbah yang lebih ketat.

Dampak dari gerakan keberlanjutan ini turut dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi acara. Melalui kolaborasi dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia, Maybank Indonesia melanjutkan program Desa Sanding Bebas Emisi yang berfokus pada pemetaan emisi dan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas.

Sementara itu, pada aspek inklusivitas sosial, dukungan disalurkan melalui Piduh Charity Café bersama Yayasan Widya Guna sebagai sarana pelatihan keterampilan bagi anak-anak serta pemuda berkebutuhan khusus.

“Perjalanan menuju Maybank Marathon Netral Karbon 2030 tidak dapat kami lakukan sendiri. Kolaborasi dan partisipasi menjadi kunci agar setiap penyelenggaraan dapat menghasilkan kemajuan yang terukur sekaligus meninggalkan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Maria.***

Berita Lainnya

Terkini