Bali Jadi Tuan Rumah Rakernas ASBF, Momentum Kebangkitan UMKM dan Pariwisata

24 April 2026, 15:03 WIB

Denpasar – Bali kembali menjadi pusat perhatian internasional. Ratusan peserta dari 10 negara hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asia Small Business Federation (ASBF). Indonesia sekaligus ASBF International Conference 2026 yang berlangsung di Denpasar.

Momentum ini disambut hangat oleh Gubernur Bali Wayan Koster, yang menegaskan komitmennya untuk menjadikan forum tersebut sebagai penggerak UMKM, penguat ekonomi lokal, sekaligus penopang pariwisata berkualitas.

Dalam Gala Dinner yang digelar di Prama Hotel Sanur, Kamis (23/4) malam, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas kepercayaan ASBF memilih Bali sebagai tuan rumah.

“Kami berharap kegiatan ini memberi kontribusi nyata bagi perkembangan UMKM di Bali,” ujarnya penuh optimisme. Kehadiran hampir 150 peserta dari berbagai negara disebutnya berdampak langsung pada perekonomian daerah, terbukti dengan tingkat hunian hotel yang mencapai 85 persen.

Lebih dari sekadar forum bisnis, Koster menekankan pembangunan ekonomi Bali harus berakar pada budaya. Ia menyinggung pentingnya menjaga tradisi penamaan anak ketiga dan keempat (Nyoman/Komang dan Ketut) sebagai bagian dari pelestarian identitas lokal.

“Pariwisata Bali itu tumbuh dari budaya. Jika budaya dirawat, maka ekonomi akan ikut bergerak,” tegasnya.

Dalam paparannya, Koster juga menyoroti capaian ekonomi Bali: pertumbuhan 5,82 persen, tingkat kemiskinan 3,42 persen, dan pengangguran 1,45 persen salah satu yang terendah di Indonesia.

Angka harapan hidup mencapai 75,44 tahun dengan Indeks Pembangunan Manusia 79,5. Semua ini, menurutnya, harus dijaga melalui kerja keras dan transformasi ekonomi berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Transformasi tersebut diwujudkan lewat konsep Ekonomi Kerthi Bali, yang menitikberatkan pada enam sektor: pertanian, kelautan dan perikanan, manufaktur berbasis budaya, UMKM dan koperasi, pariwisata, serta ekonomi kreatif dan digital.

Rakernas ASBF menjadi wadah lahirnya gagasan dan kerja sama konkret untuk memperkuat daya saing UMKM Bali di pasar global,” tambahnya.

Presiden ASBF Indonesia, Peng Suyoto, menegaskan forum ini adalah momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan ekosistem UMKM melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas negara.

Dengan kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Mosaddak Ahmed Chowdhury dan Hermawan Kartajaya, Rakernas ASBF 2026 di Bali menjadi simbol kebangkitan UMKM menuju daya saing internasional.***

Berita Lainnya

Terkini