Yogyakarta– Dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat, Kemensos bakal menggandeng Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol).
Pemerintah terus tancap gas memperluas akses pendidikan bagi masyarakat lewat program Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menargetkan 104 gedung permanen sekolah ini sudah bisa beroperasi pada tahun 2026.
Saat meninjau progres pembangunan di Kulon Progo, DIY, Senin (6/7/2026), Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf menjelaskan saat ini proses belajar mengajar sebenarnya sudah berjalan di 166 titik rintisan menggunakan gedung sementara.
Namun, dengan rampungnya gedung permanen nanti, diharapkan kenyamanan belajar siswa akan jauh lebih baik.
Ia pun memberi apresiasi kepada Kementerian PU yang berhasil mengebut pembangunan di Kulon Progo hingga mencapai progres 90 persen dalam waktu kurang dari enam bulan.
Ada yang menarik dari program ini. Untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa, Kemensos menggandeng Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol).
Nantinya, sekitar 2 ribu taruna akan diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah untuk mendampingi para siswa selama lima hari.
Mereka bakal mengajarkan kebiasaan baik, mulai dari kerapian kamar hingga kedisiplinan dasar.
Jangan bingung mencari link PPDB untuk masuk ke sekolah ini, karena Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran terbuka seperti sekolah pada umumnya. Gus Ipul menjelaskan bahwa mereka menggunakan sistem outreach atau penjangkauan berbasis data.
Jadi, pendamping sosial Kemensos akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan tokoh masyarakat setempat untuk memvalidasi siapa saja siswa yang berhak masuk. Penentuannya pun didasarkan pada lokasi aset tanah sekolah tersebut.
Pemerintah punya ambisi besar untuk program ini. Jika tahun lalu menampung 15 ribu siswa, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 30 ribu lebih, dengan target penambahan 100 ribu siswa di tahun depan.
Secara keseluruhan, pemerintah memproyeksikan Sekolah Rakyat mampu menampung hingga 800 ribu siswa di seluruh Indonesia pada akhir 2029 mendatang.
Menyambut hal ini, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, berharap kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya memajukan pendidikan, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Ia mengusulkan agar masyarakat lokal dilibatkan, terutama dalam urusan keamanan sekolah.
Dengan begitu, proyek strategis ini diharapkan bisa memberikan “efek domino” bagi kesejahteraan warga setempat, termasuk dukungan terhadap sektor pariwisata di sekitar lokasi sekolah.***

