Denpasar — Salat Jumat di Mushola Al Bayan TVRI Bali, Denpasar, pada Jumat, 31 Juli 2026, menghadirkan khotbah yang mendalam mengenai adab dan penghalang terkabulnya doa.
Bertindak sebagai imam dan khatib, H. Maskub mengawali khotbahnya dengan mengingatkan jemaah Allah Ta’ala adalah Zat yang Maha Baik dan hanya menerima hal-hal yang baik.
H Maskub lantas mengutip ayat Al-Qur’an dari Surah al-Mu’minun ayat 51 dan Surah al-Baqarah ayat 172 yang memerintahkan para rasul serta orang-orang beriman agar memakan rezeki yang baik dan beramal saleh.
Dalam pemaparannya, H. Maskub menguraikan empat sebab utama dikabulkannya doa berdasarkan hadis riwayat Muslim. Sebab pertama adalah kondisi seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh (safar) dengan penampilan rambut kusut dan berdebu, namun Allah tetap memperhatikan hamba yang hatinya luluh saat berdoa.
Kedua, mengangkat kedua tangan ke langit saat berdoa karena Allah Maha Pemalu dan Pemurah jika harus membiarkan hamba-Nya turun tangan dengan kosong.
Ketiga, bertawassul kepada Allah dengan menyebut rububiyah-Nya seperti berseru “Ya Rabbi, ya Rabbi.”
Namun di sisi lain, H. Maskub juga mengingatkan jemaah mengenai lima hal utama yang dapat menghalangi terkabulnya doa seseorang.
Pertama, mengonsumsi makanan dan minuman yang haram, mengenakan pakaian haram, serta mendapatkan asupan dari barang-barang yang tidak halal. Kedua, sikap tergesa-gesa di dalam berdoa seperti merasa telah lama berdoa namun merasa doanya tak kunjung dikabulkan.
Ketiga, melakukan perbuatan maksiat dan hal-hal yang diharamkan Allah yang dapat menyumbat pintu-pintu pengabulan doa. Keempat, meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah SWT.
Kelima, perbuatan memutuskan tali silaturahim yang berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah ra. dapat menjadi penghalang bagi doa seorang hamba untuk dikabulkan oleh Allah SWT, selama doa tersebut tidak dipanjatkan untuk berbuat dosa atau memutus silaturahim serta tidak dilakukan dengan tergesa-gesa. ***

