Indonesia Negara Pertama di Asia Pasifik yang Menjadi Tuan Rumah The Summit Championship

31 Juli 2026, 18:33 WIB

Badung, Indonesia kembali menorehkan  sebagai negara pertama di Asia Pasifik dalam dunia seni pertunjukan internasional melalui peluncuran Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026,festival dan kompetisi Latin dance berskala internasional yang akan diselenggarakan pada 30 Juli–3 Agustus 2026 di Sheraton Bali Kuta Resort, Bali.

Bukan sekadar festival, ajang ini menjadi ruang pertukaran budaya yang memperkuat hubungan antarbangsa melalui bahasa universal berupa musik dan gerakan.

Indonesia resmi memperoleh lisensi dari The Summit Championship, New York, Amerika Serikat, untuk menyelenggarakan Asia-Pacific Summit International Competition.

Indonesia sebagai negara pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah ajang resmi The Summit Championship di kawasan Asia Pasifik, sekaligus menempatkan Indonesia dalam peta penyelenggara kompetisi Latin dance berstandar internasional.

Dengan tema “Where Latin Passion Meets the Spirit of Indonesia”, festival ini memadukan semangat Latin dance dengan kekayaan budaya Indonesia melalui pengalaman lima hari yang menghadirkan kompetisi internasional, workshop, pertunjukan, social dancing, serta forum kolaborasi antara penari, instruktur, juri, DJ, seniman, dan komunitas Latin dance dari berbagai negara.

Lebih dari sekadar festival, ajang ini menjadi ruang pertukaran budaya yang memperkuat hubungan antarbangsa melalui bahasa universal berupa musik dan gerakan.

Acara ini diinisiasi oleh Zigzag Indonesia bersama Tiara Josodirdjo & Associates (TJA) sebagai sebuah platform yang memadukan seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu panggung global.

Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, menyampaikan “Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026 menjadi wadah bagi seniman, instruktur, penari, dan komunitas dari berbagai negara untuk berkolaborasi, berkompetisi, dan bertukar budaya.

Seni tari merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang mampu mendorong pengembangan talenta, diplomasi budaya, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia dan memposisikan Indonesia sebagai destinasi budaya dan kreativitas kelas dunia.

Tiara Josodirdjo, Executive Producer mengungkapkan bahwa festival ini dibangun dengan visi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai titik temu komunitas Latin dance dunia. “Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat komunitas Latin dance di kawasan Asia Pasifik (31/7/2026).

Melalui Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026, kami ingin memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya kaya akan budaya dan talenta kreatif, tetapi juga mampu menyelenggarakan event dansa berstandar internasional.

Kami bangga menjadi negara pertama yang memperoleh lisensi resmi dari The Summit Championship, New York, untuk menyelenggarakan Asia-Pacific Summit International Competition. Kami berharap pencapaian ini semakin membuka peluang kolaborasi global sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk menjadikan seni tari sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat, positif, dan mampu mempererat hubungan antarmanusia melalui bahasa universal, yaitu musik dan gerakan”.

Target perdananya, Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026 menargetkan 300 hingga 500 peserta, dengan sekitar 70 persen berasal dari mancanegara. Peserta diproyeksikan datang dari Australia, Jepang, Korea Selatan, China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina, India, Selandia Baru, serta berbagai negara lainnya di kawasan Asia Pasifik.***

Berita Lainnya

Terkini